Menu

30 Demonstran Jadi Korban Dalam Unjuk Rasa Tolak Omnibus Law, 2 Masih Kritis Dirawat di Rumah Sakit

Ryan Edi Saputra 9 Oct 2020, 15:13
Unjuk rasa kemarin
Unjuk rasa kemarin

RIAU24.COM - Sekitar 30 orang demonstran yang tergabung mahasiswa, STM, dan buruh luka-luka setelah dibubarkan pihak kepolisian di depan Gedung DPRD Riau. Satu orang yang menderita luka di mata kiri sudah siuman dari masa kritis.

Ketua Umum HMI cabang Pekanbaru Heri Kurnia saat ditemui riau24group, Jumat (9/10/2020), mengatakan, jumlah korban akibat aksi unjuk rasa menolah Undang-Undang Cipta Kerja sekitar 30 orang. Namun, jumlah pastinya belum didapatkan.

"Karena setiap massa ada koordinator lapangan (korlap) masing-masing," ujarnya.

Dari HMI cabang Pekanbaru 3 orang. Saat ini, anggota HMI sedang beristirahat di rumah masing-masing.

"Karena, gas air mata itu mengganggu pernafasan, wajah, dan ada yang pingsan kemarin. Mereka sempat dilarikan ke Rumah Sakit Awal Bros dan Syafira, termasuk saya sendiri," ungkap Heri.

Sedangkan mahasiswa Universitas Lancang Kuning sekitar 6 orang dirawat di RS Syafira. Enam orang ini juga sudah keluar rumah sakit.

"Mereka mengalami luka robek akibat tertancap pagar atau kawat berduri," ucap Heri.

Anggota Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Riau (UNRI) 5 orang. Salah satunya sempat dirontgen karena tulang punggungnya terbentur sesuatu. 

"Kalau BEM Universitas Islam Riau, kami belum komunikasi karena mereka ini komando tersendiri. Kemudian ada dari Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI). Kami dengar dari STM ada yang kritis. Kemudian ada juga buruh," urai Heri.

Jadi, angka korban diperkirakan 30 orang. Untuk memastikan, HMI Pekanbaru terus menjalin komunikasi dengan BEM, STM, dan buruh. Meski begitu, semua korban sudah keluar dari rumah sakit. 

"Ada dua kritis di rumah sakit. Satu luka dipelipis mata dan satu lagi di mata," kata Heri lagi.

Korban yang mengalami luka di mata ini badannya kurus. Ia yang diisukan meninggal dunia tadi malam. 

"Hasil komunikasi kami, demonstran ini sudah sadar. Biodatanya kami belum ketahui sampai saat ini," terang Heri.