Menu

Foto Para Korban yang Dipenggal Dalam Serangan Teroris di Sebuah Gereja di Nice

Devi 30 Oct 2020, 09:52
 Vincent Loques
Vincent Loques

Presiden Prancis Emmanuel Macron telah mengumumkan bahwa dia akan melipatgandakan jumlah tentara yang dikerahkan untuk melindungi dari serangan teror. Keputusan Macron untuk meningkatkan penyebaran dari sekitar 3.000 menjadi 7.000 terjadi beberapa jam setelah penusukan. Pembunuhan itu menempatkan Prancis pada tingkat kewaspadaan tertinggi dan terjadi pada saat ketegangan ekstrem atas publikasi ulang karikatur Nabi Muhammad oleh surat kabar satir Charlie Hebdo.

Perdana Menteri Jean Castex mengatakan kepada anggota parlemen Prancis bahwa negara itu akan menaikkan tingkat kewaspadaannya menjadi 'darurat' sebagai tanggapan atas serangan itu. Tuan Macron kemudian pergi ke Nice untuk bertemu dengan petugas polisi di kota. Tersangka diyakini bertindak sendiri dan polisi tidak mencari penyerang lainnya.

zxc2

Gambar di media Prancis menunjukkan lingkungan itu dikunci dan dikelilingi oleh polisi dan kendaraan darurat. Pembunuhan itu terjadi kurang dari setengah mil dari situs tersebut pada tahun 2016 di mana penyerang lain mengendarai truk ke kerumunan Hari Bastille, menewaskan puluhan orang.

Tembakan terjadi di udara dan para saksi mata berteriak ketika polisi yang ditempatkan di pintu gereja megah itu tampaknya menembak ke arah penyerang di dalam. Suara ledakan bisa terdengar saat sappers meledakkan benda mencurigakan.

Halaman: 123Lihat Semua