Soal Kelangkaan BBM di Bengkalis Tuai Sorotan Dari Komisi II dan Aktifis P-KPK
RIAU24.COM - Hendra Jeje Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Bengkalis menyoroti serius persoalan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Pulau Bengkalis.
Hendra juga meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) segera melakukan evaluasi agar masyarakat desa agar tidak semakin kesulitan untuk mendapatkan BBM. Ia menilai distribusi BBM saat ini belum berjalan merata.
"Pasokan cenderung menumpuk di SPBU yang berada di pusat kota, sementara masyarakat desa seperti di Ketam Putih, Kelemantan, sekodi disebut kerap kekurangan suplai,"kata Hendra, Minggu 5 April 2026.
“Ada persoalan dalam penyaluran. BBM tidak tersalurkan lancar ke pos-pos mini. SPBU jumlahnya terbatas dan berada di kota. Lalu bagaimana nasib warga di desa-desa jauh?” ujarnya.
Dirinya mempertanyakan kondisi masyarakat yang harus menempuh jarak hingga 30 - 60 kilometer hanya untuk membeli BBM. “Ini tidak adil. Kami sebagai wakil rakyat memperjuangkan hak mereka,” tegas Hendra Jeje.
Dia meminta adanya pengawasan ketat terhadap manajemen stok BBM. Menurutnya, evaluasi perlu dilakukan untuk mencegah kebocoran dan memastikan penyaluran tepat sasaran.