Menu

Dokter Tirta Soroti Beda Perlakuan Kerumunan Rizieq dan Gibran

Riko 18 Nov 2020, 11:23
Foto (internet)
Foto (internet)

RIAU24.COM - Relawan Peduli Pencegahan Covid-19 Dokter Tirta Mandira Hudhi menilai seharusnya pemerintah bersikap tegas kepada semua pelanggar protokol kesehatan Covid-19. Ia membandingkan sikap pemerintah terhadap kerumunan Rizieq Shihab dan kerumunan anak Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, saat mendaftar sebagai calon wali kota Solo.

Tirta mengatakan, seharusnya pemerintah tidak hanya mempersoalkan kerumunan Rizieq karena hal yang sama juga terjadi pada Gibran di Solo.

"Kalau mau bijak, tegas, ayo tegas semua. Jangan anak Presiden di Solo (kampanye tidak ditegur). Habib Rizieq ditegur, semua (harusnya) ditegur," kata Tirta dalam acara Indonesia Lawyers Club yang disiarkan TV One, Selasa 17 November 2020.

Tirta menyebut sejak virus corona mewabah di Indonesia, ia sudah sering mengkritik ketidaktegasan pemerintah dalam menindak kerumunan. Misalnya, soal kerumunan dangdutan di Wisma Atlet, kerumunan di restoran cepat saji McDonald's Sarinah, kerumunan di Waterboom Medan, demo Omnibus Law, dan masih banyak lagi.

Dalam kasus Rizieq, menurut Tirta, seharusnya sejak awal pemerintah bisa mengambil langkah yang serius untuk mengantisipasi kerumunan massa Rizieq. Salah satunya adalah dengan mengajak dialog kubu FPI dan Rizieq.

"Kita sudah tahu di sini massa Habib Rizieq banyak, harusnya ajak Habib untuk mengedukasi. Apa sudah diajak dialog, tokoh-tokoh yang jemput sudah diajak diskusi?" ujarnya.

Tirta juga menyayangkan pencopotan Irjen Nana Sujana dari posisi Kapolda Metro Jaya. Nana sebelumnya terkait pencegahan Covid-19.

Menurut Tirta, sejak pandemi Nana sebetulnya sudah menjalankan tugas dengan cukup baik. Salah satunya adalah dengan membagikan masker ke pabrik-pabrik.

"Kapolda Metro itu bagi-bagi masker ke pabrik, itu enggak dipandang. Gara-gara ada ini (kerumunan Rizieq) dicopot," ungkap Tirta.


Sumber: CNNIndonesia