Menu

Mahfud MD: Pengkhianatan Yang Dilakukan Benny Wenda Hanya Dalam Skala Kecil

Devi 3 Dec 2020, 16:18
Mahfud MD: Pengkhianatan Yang Dilakukan Benny Wenda Hanya Dalam Skala Kecil
Mahfud MD: Pengkhianatan Yang Dilakukan Benny Wenda Hanya Dalam Skala Kecil

RIAU24.COM - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menilai deklarasi kemerdekaan menyerukan United Liberation Movement for West Papua atau The United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) yang dipimpin oleh Benny Wenda pada 1 Desember lalu sebagai a gerakan pengkhianatan skala kecil. Pemerintah menginstruksikan Polri untuk menegakkan hukum terhadap Benny dan pendukungnya.

"Pemerintah menyikapi hal itu dengan meminta Polri menegakkan hukum. Kalau skalanya kecil, cukup menegakkan hukum," kata Mahfud dalam jumpa pers di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis. , 3 Desember.

Dia meminta polisi untuk menangkap siapa saja yang mendukung makar ini dan menggunakan pasal-pasal yang ada.

“Penangkapan. Gunakan pasal-pasal kejahatan terhadap keamanan negara. Jadi cukup karena tidak terlalu besar,” ujarnya.

Mahfud meminta masyarakat tidak khawatir dan membantah deklarasi sepihak ULMWP melalui media sosial Twitter. Apalagi, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu menilai deklarasi ini menunjukkan Benny ilusi.

“Menurut kami, Benny Wenda sedang menciptakan negara ilusi, negara yang sebenarnya tidak ada. Apa negara Papua Barat itu,” kata Mahfud.

Sebelumnya, Ketua MPR Bambang Soesatyo mengkritik deklarasi sepihak yang dibuat ULMWP tentang kemerdekaan Papua Barat. Dia mengatakan telah terjadi makar dalam insiden ini dan menekankan bahwa pihaknya mendukung pemerintah untuk mengambil tindakan tegas dan terukur.

Ia juga mendukung diplomasi dan menggunakan perangkat negara untuk melindungi semangat dan mempertahankan kedaulatan Republik Indonesia. Apalagi selama ini dunia internasional telah mengakui kedaulatan wilayah Indonesia dan mendeklarasikan Papua Barat sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Oleh karena itu, pemerintah Indonesia berkewajiban melindungi dan menjaga kedaulatan setiap jengkal wilayah NKRI, termasuk Papua Barat,” ujarnya.

Selain itu, Bamsoet menilai pemerintah melalui Menteri Luar Negeri dipandang perlu memanggil Dubes Inggris untuk meminta penjelasan mengenai posisi pemerintah Inggris terkait kegiatan kelompok ULMWP yang dipimpin oleh Benny Wenda. Tidak hanya itu, pemerintah dinilai perlu menyampaikan nota diplomatik kepada negara-negara yang mendukung gerakan ini, termasuk Vanuatu.

“Menyampaikan catatan diplomatik tentang posisi tegas Indonesia di Papua kepada pemerintah Inggris dan negara-negara Pasifik yang mendukung gerakan separatis, termasuk Vanuatu,” ujarnya.