Pria yang Terlihat Mencium Pramugari Cantik Asal Filipina yang Tewas Dibunuh di Hotel, Angkat Bicara

Selasa, 12 Januari 2021 | 13:23 WIB
Foto : Dailystar Foto : Dailystar

RIAU24.COM -  Salah satu dari 11 pria yang dituduh sementara terkait pemerkosaan dan pembunuhan Christine Dacera mengklaim dia mencoba menciumnya sebelum kematiannya. Valentine Rosales, 23, telah mengidentifikasi dirinya sebagai pria bertopi yang terlihat memeluk pramugari muda di lorong Garden City Grand Hotel di Makati, Filipina.

Rekaman kamera keamanan menunjukkan keduanya bergegas menyusuri aula pada malam 31 Desember, mengetuk pintu kamar hotel dan berciuman. Beberapa pria lain mengikuti pasangan itu ke dalam ruangan, di mana beberapa jam kemudian Dacera ditemukan tewas menyusul apa yang diyakini polisi sebagai pemerkosaan geng.

Baca Juga: Tewasnya Pengusaha Batam Ditangan Bea Cukai, Kini Diselidiki Dua Polda Sekaligus

Sementara teman lain almarhum Ms Dacera yang menghadiri Pesta Malam Tahun Baru yang sama mengatakan kepada GMA News Online bahwa bukan hal yang aneh baginya untuk mencium teman-teman dengan penuh kasih saat berada di bawah pengaruh alkohol.

Gregorio de Guzman, pria lain yang dituduh melakukan pembunuhan, mengatakan dia dan anggota kelompok lainnya tidak bisa bersalah atas pemerkosaan karena mereka "semua gay". Tiga dari 11 pria yang didakwa telah dibebaskan dari tahanan polisi.

Ms Dacera, seorang anggota kru dari anak perusahaan Philippine Airlines PAL Express, dimakamkan di kota asalnya General Santos pada hari Sabtu. Polisi mengatakan "robekan dan sperma" yang ditemukan di alat kelaminnya serta goresan dan memar di tubuhnya menunjukkan dia diperkosa sebelum dibunuh.

Baca Juga: Keji, Wanita Ini Memukuli Seorang Gadis Remaja dan Bersumpah Akan Menggorok Lehernya

Namun, Kantor Kejaksaan Kota Makati mengatakan: "Bukti yang sejauh ini diserahkan tidak cukup untuk membuktikan bahwa [Ms Dacera] telah diserang atau diperkosa secara seksual."

Otopsi menentukan penyebab kematian adalah aneurisma aorta yang pecah. Tetapi keluarga Ms Dacera mendorong otopsi kedua, mengklaim dia dibius dan dianiaya sebelum kematiannya. Keluarganya yang berduka percaya bahwa dia telah mengalami keracunan dan mengeluh bahwa minumannya tampaknya telah dibubuhi selama perayaan Malam Tahun Baru.

"Kami juga percaya bahwa mungkin aneurisma adalah penyebab langsung tetapi juga sangat mungkin dipicu oleh serangan sebelum kematiannya," kata pengacara keluarga, Brick Reyes, kepada media.

PenulisR24/dev



Loading...

Terpopuler

Loading...