Diam-Diam, Trump Tuding Kelompok Ini Sebagai Biang Kerok Rusuh di Capitol Hill

Selasa, 12 Januari 2021 | 23:36 WIB
Pendukung Trump berdiri di pintu Capitol Hill setelah melanggar protokol keamanan, Foto: reuters Pendukung Trump berdiri di pintu Capitol Hill setelah melanggar protokol keamanan, Foto: reuters

RIAU24.COM -  Presiden Amerika Serikat Donald Trump, kembali mengeluarkan komentar terkait kerusuhan di Capitol Hill, pada pekan lalu. Meski sejumlah media dan bukti video yang beredar secara jelas menunjukkan bahwa para perusuh sebagian besar adalah pendukungnya, namun Trump malah menyalahkan "orang Antifa" sebagai biang kerok kerusuhan itu. 

Untuk diketahui, Antifa sendiri adalah kependekan dari anti-fasis. Ini adalah yang yang kerap bentrok dengan kelompok sayap kanan dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga: Suami Asal Malaysia Ini Kejutkan Istri Dengan Berikan Hadiah Rantai Emas yang Disembunyikan di Dalam Perut Ikan

Dilansir rmol yang mengutip aljazeera, Selasa 12 Januari 2021, tuduhan Trump itu disebutkannya secara pribadi dalam sebuah panggilan telepon selama 30 menit dengan Pemimpin Minoritas DPR Kevin McCarthy. Hal itu merujuk pada seorang pejabat Gedung Putih dan sumber lain yang mengetahui panggilan tersebut.

Namun, McCarthy mengatakan kepada Trump dalam panggilan tersebut, bahwa tindakan tersebut ini bukan Antifa, melainkan MAGA, atau sebutan untuk pendukung Trump.

Dalam panggilan telepon yang sama, McCarthy juga menyarankan Trump untuk menelepon Joe Biden, bertemu dengan presiden terpilih dan meninggalkan surat selamat datang di meja Resolute untuk penggantinya.

Namun demikian, sejauh ini belum ada konfirmasi resmi soal kabar tersebut.

Baca Juga: Anak-anak Tanpa Kewarganegaraan di Kuala Lumpur Kelaparan Setelah Sang Ibu Dideportasi ke Indonesia

Seperti diketahui, rusuh yang terjadi di Capitol Hill pekan lalu menyebabkan setidaknya empat orang meninggal dunia. Kejadian itu langsung menyorot perhatian dunia terkait dengan demokrasi di Amerika Serikat. Kerusuhan itu sendiri dipelopori oleh pendukung Trump yang tidak menerima kekalahan Trump dalam pemilu presiden tahun lalu. ***

PenulisR24/wan



Loading...
Loading...