Menu

Bela Kepsek, Alumnus Non-Muslim sebut Guru SMKN 2 Padang Toleran

Riko 24 Jan 2021, 15:53
Ilustrasi/int
Ilustrasi/int

RIAU24.COM -  Alumnus SMKN 2 Padang, Delima Febria Hutabarat, mengaku heran isu aturan menggunakan jilbab sekarang dipertentangan. Delima yang merupakan seorang non-Muslim merasa selama sekolah di SMKN 2 Padang sejak 2008-2011 merasa tidak pernah ada perbedaan.

Delima merasa lingkungan sekolahnya dulu tidak pernah mempersoalkan perbedaan agama dan aturan berpakaian Muslim di sekolah. Meski demi mengaku selama di SMKN 2 Padang, ia tidak merasa keberatan dengan aturan sekolah harus memakai rok panjang, baju kurung lengan panjang dan memakai kerudung.

"Sekolah tidak memaksakan harus memakai jilbab. Dan guru-guru kami itu sangat menghormati perbedaan agama dan keyakinan. Makanya heran kenapa sekarang heboh-heboh mengenai aturan pakaian," kata Delima, mengutip dari Reublika. Minggu (24/1).

Delima mengatakan dia adalah penganut Nasrani. Karena itu tidak ada aturan dalam agamanya harus menggunakan jilbab.

Tapi Delima merasa dulu waktu masih sekolah, ia tidak keberatan memakai pakaian seragam baju kurung, rok panjang dan pakai jilbab. Karena menurut dia, memakai pakaian yang identik dengan pakaian Muslim tidak mengubah keyakinan dan kepercayaan terhadap agama yang ia anut.

"Tidak masalah memakai jilbab selagi tidak merusak keimanan. Cuma menutup kepala kan bukan berarti keimanan jadi berubah," ujar Delima.

Halaman: 12Lihat Semua