Menu

Harga Karet Dapat Ditingkatkan Melalui Pelelangan Karet di Seluruh Kecamatan di Kuansing

Replizar 15 Feb 2021, 16:11
Harga Karet Dapat Ditingkatkan Melalui Pelelangan Karet di Seluruh Kecamatan di Kuansing (foto/int)
Harga Karet Dapat Ditingkatkan Melalui Pelelangan Karet di Seluruh Kecamatan di Kuansing (foto/int)

RIAU24.COM -  KUANSING- Saat sekarang ini harga karet di Tingkat petani masih dinilai rendah, sehingga belum mampu meningkatkan pendapatan masyarakat khususnya para petani. Kondisi harga karet yang masih rendah terjadi sejak beberapa tahun terakhir ini, yang berkisar antara Rp 8.000- Rp. 9.000 / kilogram. Tentu saja ini sangat menyulitkan bagi masyarakat kalangan ekonomi ke bawah, apalagi di masa Pandemi Corona Virus Covid-19.

Oleh karena itu, diharapkan pada masa mendatang, harga karet ini dapat ditingkatkan harganya minimal Rp. 15.000 / kilogram. Salah satu upaya yang dilakukan oleh Pemkab Kuansing melalui Dinas Pertanian Kuansing, adalah dengan mendirikan Pasar Pelelangan Karet sebagai tempat penetasan harga karet, yang bekerjasama dengan Apkarkusi (Asosiasi Pengusaha Karet Kuantan Singingi).

Sementara tempat pelelangan karet di Kuansing, baru tersedia enam tempat dengan lokasi yaitu:

1. Kecamatan Gunung Toar bertempat di Desa Lubuk Terentang (produksi sekitar 10 ton) dan Desa Gunung (produksi sekitar 8 ton).

2. Kecamatan Kuantan Mudik di Desa Sangau dan Desa Pebaun (tempat pelelangan di Gunung). 

3. Kecamatan Kuantan Tengah terdapat di Kenegerian Kopah (produksi sekitar 10 ton),

4. Kecamatan Pangean di Desa Pasar Baru (50 - 60 ton) dan Desa Sako (produksi 40 - 50 ton).

5. Kecamatan Sentajo Raya di Desa Teratak Air Hitam 

6. Kecamatan Singingi Hilir di Desa Sumber Jaya.

Oleh karena itulah,  dalam meningkatkan harga karet di tingkat petani, Maka harus menjualnya di tempat pelelangan, yang harganya berselisih sekitar Rp 2.000- Rp 3.000 / kilogram jika dibandingkan di tempat toke keliling /pengecer.(Berkisar Rp 10.500 - Rp. 11.000 /kilogram)," Ungkap Kadis Pertanian Kuansing Ir Emmerson melalui Kabid Perkebunan Raja Rafly SP ketika dihubungi Riau24.com diruang kerjanya.

"Pasar lelang itu sebagai tempat pemetaan harga karet yang tergabung dalam Apkarkusi, yang merupakan beranggotakan para kelompok tani karet SE Kuansing," ujarnya.

Jadi kedepannya, Program Industri Hilir yang sekarang ini dikenal sebagai tempat pelelangan karet, baru berdiri di enam kecamatan dan dimasa mendatang harus sudah ada di seluruh kecamatan se Kuansing. " Kita ingin harga karet meningkat, tapi petani karet harus tergabung dalam kelompok tani (Apkarkusi)," tuturnya.