Kirim Surat Kepada Seluruh Kader, AHY Mengaku Dapat Sinyal Dari Jokowi Kalau Moeldoko Main Tunggal

Kamis, 18 Februari 2021 | 09:27 WIB
Jokowi dan Moeldoko Jokowi dan Moeldoko

RIAU24.COM -  JAKARTA - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Rabu (17/2/2021) malam, mengirimkan surat kepada jajaran pengurus partai di tingkat pusat dan daerah, dan kepada seluruh kader terkait situasi terkini Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan PD (GPK-PD) secara ilegal.

"Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas soliditas, kesetiaan dan kebulatan tekad dari seluruh kader, yang tetap menjaga kedaulatan, kehormatan, dan eksistensi Partai Demokrat yang kita cintai bersama," tulis AHY dalam pesan tertulisnya.

Baca Juga: Politisi Demokrat Sebut Buzzer Sistematis Serang SBY

AHY mengatakan bahwa dirinya terus memantau dan menerima laporan dari para kader tentang kudeta di Partai Demokrat secara ilegal dan inkonstitusional yang masih saja berupaya untuk melakukan pemberontakan dan pengkhianatan hingga saat ini.

Putra sulung SBY ini mengungkapkan, polanya kuno. Pertama, berupaya untuk mempengaruhi para pemilik suara dan tidak berhasil, lalu mencoba mempengaruhi pengurus DPD dan DPC dan tidak berhasil, mereka pun mencoba mempengaruhi mantan pengurus yang kecewa, dan mengklaim bahwa itu merepresentasikan pemilik suara.

Kedua, berupaya mencoba mempengaruhi semua dengan mengklaim telah berhasil mengumpulkan suara sekian puluh bahkan sekian ratus suara, padahal itu hoaks dan tipuan belaka.

"Kemudian, mereka juga menggunakan alasan KLB (Kongres Luar Biasa), karena faktor internal, padahal persoalannya adalah eksternal, yakni kelompok ini sangat menginginkan seseorang sebagai Capres 2024 dengan jalan menjadi Ketua Umum PD melalui KLB," ungkap suami Annisa Pohan ini.

Baca Juga: Partai Demokrat dan SBY Diserang Buzzer, Ini Perintahnya

Menurut AHY, ia telah mendapatkan sinyal dari Presiden Jokowi bahwa tidak tahu mengenai apa yang dilakukan Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko dalam gerakan pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat secara ilegal. Apa yang menjadi klaim mereka, hanya upaya kelompok yang ingin menakut-nakuti kader serta berupaya merusak hubungan baik SBY dan Jokowi.

"Terhadap hal itu, saya sudah mendapatkan sinyal bahwa Bapak Presiden tidak tahu-menahu tentang keterlibatan salah satu bawahannya itu. Ini hanya akal-akalan kelompok GPK-PD untuk menakut-nakuti para kader. Hubungan Pak SBY dan Pak Jokowi cukup baik. Tapi kelompok ini berusaha memecah belah hubungan yang telah terjalin dengan baik itu," ujar AHY seperti dilansir SIndonews.***

PenulisR24/saut



Loading...
Loading...