Fakta-fakta Seputar Pembunuhan Siswa SMPN Bernas Pelalawan

Senin, 22 Februari 2021 | 11:47 WIB
Fakta-fakta Seputar Pembunuhan Siswa SMPN Bernas Pelalawan (foto/Ardi) Fakta-fakta Seputar Pembunuhan Siswa SMPN Bernas Pelalawan (foto/Ardi)

RIAU24.COM - PELALAWAN- Ada beberapa fakta yang terungkap, setelah pembunuh IAS, siswi SMPN Bernas Pangkalan Kerinci, yang mayatnya ditemukan ditepi Jalan Lintas Bono, Desa Dundangan Kecamatan Pangkalan Kuras, pada Kamis pekan lalu.

Fakta-fakta ini setidaknya membantah isu-isu yang sempat beredar sebelum polisi menemukan pembunuh IAS. Riau24.com merangkum beberapa fakta tersebut, diantaranya :

1. Bukan penculikan

Sebelum ditemukan pembunuh IAS, warga berspekulasi bahwa IAS diculik dari sekolahnya. Cerita ini menjadi pembicaraan masyarakat, sejak IAS dinyatakan hilang pada Senin, 8 Februari 2021.

Baca Juga: Sepekan Turun Memadamkan Karhutla, JMGR Pelalawan Apresiasi Kapolres Indra

Faktanya, korban IAS tidak pernah diculik. Ia pergi ke sekolah pada Senin, 8 Februari silam bersama terduga pelaku, dengan menggunkan mobil pelaku. Mereka bergerak dari Jalan Sakura menuju SMPN Bernas melalui Jalan Markisa. "Tersangka yang menjemput korban. Jadi tidak ada penculikan,"tegas Kasat Reskrim Polres Pelalawan AKP Ario Damar.

2. Pelaku Tunggal

Isu penculikan dan pembunuhan IAS yang dilakukan oleh lebih dari 2 orang sempat beredar. Bahkan ada cerita yang mengatakan, bahwa korban masuk kedalam mobil terduga pelaku, dimana didalam mobil tersebut, ada 3 orang.

"Tersangka tunggal. Sendirian, ia yang menjemput korban ke Jalan Sakura, mengantarnya ke SMPN Bernas dan membawa korban berkeliling di Pangkalan Kerinci,"jelas Kasat Ario Damar.

Baca Juga: Polsek Kerumutan Laksanakan Giat Vaksinasi Covid-19 Tahap Pertama di Puskesmas Cinta Kecamatan Kerumutan

3. Bermotif Dendam

Isu adanya motif dendam juga sempat beredar dikalangan warga Pangkalan Kerinci. Padahal, pengakuan tersangka kepada Polisi, pelaku panik dan kalap, yang membuatnya khilaf, ketika korban meminta pertanggungjawaban kepadanya. "Pelaku kaget, panik dan kalap ketika diminta pertanggungjawaban oleh korban. Jadi tersangka khilaf, dan mencekik korban hingga tewas,"jelas Kasat Ario lagi.

Setidaknya, tiga hal tersebut sempat menjadi isu santer ditengah masyarakat. Baik cerita mulut ke mulut, maupun di media sosial.

PenulisR24/ardi



Loading...
Loading...