Biadabnya KKB di Papua, Tanpa Alasan Jelas, Tukang Ojek Dihantam 2 Peluru Hingga Tewas Terkapar

Kamis, 15 April 2021 | 02:36 WIB
TNI-Polri  mengevakuasi tukang ojek yang jadi korban penembakan KKB. Foto: Ist TNI-Polri mengevakuasi tukang ojek yang jadi korban penembakan KKB. Foto: Ist

RIAU24.COM -  Untuk kesekian kalinya, Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dki Papua memperlihatkan aksi biadabnya. 

Setelah membunuh dua orang guru pada minggu lalu , kali ini KKB kembali melakukan penembakan. Kali ini yang menjadi korbannya adalah seorang tukang ojek bernama Udin (suku Bugis). 

Tanpa alasan yang jelas, pria itu ditembak begitu saja  di Kampung Eromaga, Distrik Omukia, Kabupaten Puncak, Papua, Rabu (14/4/2021) kemarin. 

Baca Juga: Psikolog Tiongkok Serukan Perhatian lebih Terhadap Kesehatan Mental Siswa Pasca Insiden Bunuh Diri di Sekolah

Udin akhirnya tewas setelah mengalami dua luka tembak di lokasi kejadian. Sebutir mengenai dadanya dan tembus hingga ke punggung. Sedangkan satu peluru lain mendarat di bagian pipinya. 

Korban dievakuasi oleh aparat TNI-Polri ke Puskesmas terdekat. Sedangkan  pelaku langsung kabur melarikan diri ke dalam hutan.

Kejadian itu dibenarkan Kasatgas Humas Operasi Nemangkawi Kombes Iqbal Alqudussy. 

"Pukul 13.20 WIT informasi awal telah terjadi pembunuhan tukang ojek di Kampung Eromaga, dan pelakunya jelas KKB," ungkapnya, dilansir rmol.  

Namun demikian, Iqbal belum dapat merinci lebih lanjut mengenai kronologis peristiwa. Pihaknya juga belum mendapat gambaran tentang  identitas  terduga pelaku. 

Keterangan senada juga disampaikan Kapen Kogabwilhan III Kolonel Czi IGN Suriastawa. 

"Ya beginilah kebiadaban Front Bersenjata OPM ini, selalu melakukan aksi teror kepada warga masyarakat. Setelah membunuh guru, membakar sekolah dan helikopter, sekarang mereka membunuh warga pendatang," jelasnya.

Baca Juga: Saat Main TikTok ABG Ini Malah Diperkosa, Begini Ceritanya

Ditambahkannya, biasanya aksi biadab ini akan didukung oleh front politik dan klandesti di media. Biasanya KKB menuduh  si korban adalah mata-mata aparat.

"Begitulah kerjasama tiga front mereka ini. Di media mereka memanfaatkan influencer yang pengikutnya banyak, didukung oleh media pro mereka," ujarnya.

Ditambahkannya, TNI bersama Polri telah mengambil langkah-langkah yang terukur atas rangkaian kejadian ini.

Kepada masyarakat, ia berharap tidak mudah terhasut provokasi dan berita bohong yang selalu disebar KKB melalui media sosial. ***

PenulisR24/wan


Loading...
Loading...