Kisah Archie Williams, Peserta American's Got Talent yang Dipenjara Selama 37 Tahun di Penjara Membuat Netizen Menitikkan Air Mata

Kamis, 29 April 2021 | 11:05 WIB
Foto : TribunNews Foto : TribunNews
<p>RIAU24.COM -  Seorang peserta ajang Americans Got Talent (AGT) Archie Williams, menceritakan kisah hidupnya yang perih dan membuat satu studio menitikan air mata. Archie Williams (59) sedang viral dibicarakan di TikTok. 

Yang membedakan Archie Williams dengan kontestan lain adalah ia merupakan mantan narapidana yang menjalani hukuman selama 37 tahun penjara untuk hal yang tidak dilakukannya.

Baca Juga: Babe Cabita Ikut Dukung Save Palestina, Netizen Langsung Bilang Begini

Hal ini ia ungkapkan saat audisi pertamanya didepan 3 Juri AGT, termasuk Simon Cowell. Diketahui, Archie Williams dipenjara akibat dugaan kasus pemerkosaan dan penusukan terhadap seorang wanita kulit putih berusia 30 tahun. Peristiwa ini terjadi pada tahun 1982 di Baton Rouge, Louisiana, Amerika Serikat.

Pada saat penangkapan, Williams hanya berjalan-jalan seperti biasa sampai Polisi datang dan menangkapnya. Fotonya dan dua foto laki-laki lainnya kemudian ditunjukkan pada korban penyerangan. Korban tidak menunjuk foto Williams pada mulanya, tetapi ketika ditunjukkan dua kali, ia kemudian menunjuk bahwa Archie Williams adalah pelakunya.

Dalam kasus ini, terdapat kejanggalan saat terjadinya penangkapan dan pemberian hukuman bagi Williams. Kejanggalan pertama ditemukan bahwa sidik jari Archie Williams sama sekali tidak ditemukan pada lokasi kejadian.

Selain itu, tiga orang juga memberikan kesaksian bahwa Williams sedang berada di rumahnya saat kasus yang dituduhkan padanya terjadi. Archie Williams tetap mempertahankan pendiriannya bahwa ia bukanlah pelaku kasus pemerkosaan dan penusukan seperti yang dituduhkan. Namun, kondisinya sebagai seorang remaja berkulit hitam membuat ia tak punya daya untuk melawan balik negara bagian Loisiana, Amerika Serikat.

Ia mendekam di penjara dengan penjagaan ketat bernama Loisiana State Penitentiary. Setelah menghabiskan masa tahanan selama 10 tahun, ia mendapatkan bantuan dari LSM Innocence Project. Archie Williams dan LSM Innocence Project terus melakukan kampanye dan berusaha membuktikan ketidakbersalahannya selama 24 tahun.

Selama 20 tahun LSM Innocence Project tak bisa mendapatkan akses rekam sidik jari di TKP. Hingga saat komisioner perempuan bernama Kimble muncul dan memberikan perintah untuk mencari data yang dimaksud pada databese FBI. Tak membutuhkan waktu lama, usai 8 jam identifikasi sidik jari yang ditemukan di TKP terbukti bukan milik Archie Williams. Sidik jari yang ditemukan adalah sidik jari milik pemerkosa berantai bernama Stephen Forbes.

Setelah terbukti tidak bersalah, Williams dibebaskan pada Maret 2019 silam setelah menjalani 37 tahun hukuman penjara. Meski ia telah bebas dari penjara, Williams mengungkapkan bahwa ia tak sepenuhnya bebas.

"Ada orang-orang yang dipenjara selama 50 tahun lebih dan mereka juga tak bersalah sama seperti saya. Mereka tidak punya akses material yang bisa saya akses. Jadi, mereka hanya di sana. Mereka tak punya harapan lagi."

Baca Juga: Warisi Darah Pemberani Ayahnya, Putri Almarhum Jenderal Iran Ini Ajak Lakukan Aksi Intifadah Melawan Israel

Berdasarkan hukum yang berlaku di negara bagian Louisiana,  Williams berhak mendapat kompensasi maksimum USD 250.000 (Rp 3,5 M) untuk dakwaan yang salah, setara dengan sekitar USD 7.000 (Rp 100 juta) untuk setiap tahun ia berada di penjara.

Archie Williams mengaku bahwa ia selalu bermimpi untuk tampil di panggung AGT. "Aku selalu bermimpi untuk tampil di panggung ini, terima kasih Tuhan. Aku tahu ini adalah kesempatan sekali seumur hidup," ucap Williams sebelum tampil pada audisi AGT.

Pada audisi itu, ia membawakan lagu klasik dari Elton Johns berjudul "Don't Let the Sun Go Down on Me"

Pada saat ia tampil membawakan lagu tersebut, semua juri memberi pujian termasuk Simon Cowell yang dikenal galak pada peserta. Williams juga sukses membuat penonton audisi menitikan air mata ketika mendengar lantunan lagu yang ia bawakan.

PenulisR24/dev


Loading...
Loading...