Bayi Perempuan Disunat? Ternyata Efeknya Dapat Menurunkan Respon dan Kepuasan Seksual Saat Dewasa

Kamis, 06 Mei 2021 | 13:27 WIB
Google Google

RIAU24.COM -  Sunat atau dalam bahasa medis disebut sirkumsisi umumnya dilakukan kepada kaum pria.

Pada pria, tindakan ini dijalankan dengan cara membuang sebagian atau seluruh kulit penutup depan dari glans penis.

Namun, ada sejumlah kelompok masyarakat melakukan tindakan sunat terhadap bayi perempuan sebagai tuntunan budaya atau agama.

Baca Juga: Bedanya Putri Titian Sekarang Dengan Potret Masa SMP, Netizen: Kayak Enggak Tua-tua

Baru-baru ini Bidan Seruni menjawab pertanyaan salah satu netizen di lama TikToknya. Netizen bertanya perihal efek disunat bagi wanita ketika dewasa.

“Bayi perempuan disunat? Apa efeknya ketika dewas?,” tanya salah satu netizen

Menjawab pertanyaan tersebut, Bidan Seruni menjelaskan sunat perempuan (p2gp) yaitu memotong struktur genital yang sensitif seperti gland klotoris san labia minora.

Sehingga efek jangka panjangnya dapat menyebabkan penurunan respon serta kepuasan seksual.

Jaringan parut yang dihasilkan juga bisa menyebabkan nyeri terutama ketika berhubungan seksual.

Mendengar pernyataan ini, muncul berbagai respon dari netizen. Ada yang percaya dan juga tidak percaya.

“Saya dulu disunat pas smp. Cuma di petik dikitttttt dan ga sampe berdarah2. Alhamdulillah sampe sekarang lancar jaya sama suami,” ungkap Mustaghfiroh zuhdan.

“Dipotong sedikit aja sih, tp jgn terlalu pendek. Kalau gak disunat, gak kebayang hypersexnya, bisa2 terjerumus ke perbuatan zina,” ungkap Amrn

“Waktu kecil aku di sunat... skrg juga jadi hipper. Bgk ngaruh apa2 di hidupku... sma aja sngean,” ungkap Hoomanyoongi

Baca Juga: Mellya Juniarti Mantan Istri UAS Unggah Kutipan Tentang Ketulusan dan Niat Baik

Pemerintah juga telah mengeluarkan Permenkes No. 6 tahun 2014 untuk mencabut Permenkes No. 1636/Menkes/PER/XI/2010 mengenai Sunat Perempuan.

Permenkes tersebut menyatakan sunat pada perempuan bukan merupakan tindakan kedokteran karena pelaksanaannya tidak berdasarkan indikasi medis dan belum terbukti bermanfaat bagi kesehatan.

PenulisR24/riz


Loading...
Loading...