Vaksin Sinovac Mengurangi Risiko Kematian COVID-19 Sebesar 98 Persen

Jumat, 14 Mei 2021 | 19:35 WIB
Foto : Tempo Foto : Tempo

RIAU24.COM -  Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan telah melakukan peninjauan cepat terhadap tingkat efektivitas vaksin Sinovac terhadap COVID-19 dari segi pengobatan dan kematian, khususnya bagi petugas kesehatan di Jakarta.

 "Vaksinasi telah mengurangi risiko pengobatan dan kematian hingga 98 persen, yang secara signifikan lebih tinggi daripada mereka yang baru saja menerima dosis pertama, yang hanya efektif untuk mengurangi risiko gejala COVID-19," kata pemimpin dari  Tim Peneliti Efektivitas Vaksin kementerian, Pandji Dhewanatara, seperti dikutip dari situs resmi kementerian pada Jumat, 14 Mei 2021.

Baca Juga: Pria Ini Ungkap Tubuhnya Mengandung Magnetik Setelah Divaksin Covid-19, Sains Justru Mengatakan Sebaliknya

 Kajian singkat yang dilakukan dari 13 Januari hingga 18 Maret 2021 ini difokuskan pada petugas kesehatan di Jakarta dengan desain studi kohort retrospektif, yaitu menelusuri riwayat kesehatan semua individu yang terlibat.

 Tinjauan tersebut melibatkan lebih dari 128 ribu orang di atas usia 18 tahun — 60 persen di antaranya adalah wanita dengan usia rata-rata 30 tahun.

 Menurut Panji, analisis tersebut mengungkapkan dosis lengkap vaksin Sinovac telah berhasil mengurangi risiko COVID-19 hingga 94 persen, mencegah sekitar 96 persen risiko pengobatan COVID-19 dan 98 persen risiko kematian akibat COVID-19.

Baca Juga: Tragis, Kisah Keluarga yang Berjuang Untuk Membayar Biaya Perawatan Anak yang Didiagnosis Dengan Gangguan Kulit Langka Ini Bikin Netizen Terharu

 “Ini menunjukkan bahwa vaksinasi lengkap sangat dianjurkan karena suntikan dosis pertama saja tidak cukup.  Jika masyarakat sudah mendapat vaksinasi lengkap, maka akan lebih efektif menurunkan risiko COVID-19, baik dari segi pengobatan maupun risiko kematian, ”ujarnya.

PenulisR24/ibl


Loading...
Loading...