Kelebihan Populasi, Gajah Afrika Akan Dibunuh Massal

Senin, 07 Juni 2021 | 08:34 WIB
google google
<p>RIAU24.COM - Populasi gajah Afrika di Zimbabwe meningkat. Pihak berwenang memperkirakan jumlah saat ini mencapai lebih dari 100.000.

Jumlah ini naik dari 84.000 pada tahun 2014.
Baca Juga: Meski Australia Melarang, Wanita Kembar Ini Rela Poligami dan Berharap Hamil Bersamaan
 
Peningkatan ini mendorong pemerintah untuk mempertimbangkan pembunuhan massal gajah.

Pembunuhan massal pernah dilakukan pada 1988 sebagai pilihan pengendalian populasi untuk melindungi satwa liar lainnya, serta vegetasi negara.

“Kami kelebihan populasi gajah di negara ini,” Tinashe Farawo, juru bicara Otoritas Taman dan Margasatwa Zimbabwe (ZimParks), kepada Al Jazeera.

Pihak berwenang mengatakan bahwa peningkatan populasi ini menimbulkan risiko bagi hewan lainnya, seperti perusakan habitat.
Baca Juga: Bukan Bensin Atau Solar, Mobil Ini 'Minumnya' Lahar Gunung Berapi 
“Kami memiliki burung nasar yang berkembang biak di pohon. Burung nasar tidak lagi berkembang biak di Hwange (Taman Nasional), mereka pindah ke tempat lain karena gajah punya kebiasaan merobohkan pohon,” jelas Farawo.

Dia mengatakan bahwa rencana pembunuhan massal tersebut masih dalam tahap formatif dan keputusan belum dibuat.

Tetapi Pusat Tata Kelola Sumber Daya Alam (CNRG), pengawas lingkungan dan hak asasi manusia di Zimbabwe menentang rencana tersebut.

“Pemusnahan pada akhirnya akan menyebabkan kepunahan gajah-gajah ini,” kata juru bicara Simiso Mlevu kepada Al Jazeera.

"Ini baru permulaan. Segera kita akan dipaksa untuk melakukan perjalanan ke negara lain hanya untuk melihat seekor gajah,” ledeknya.

Awal tahun ini, Persatuan Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN) mencatat gajah hutan Afrika sebagai "sangat terancam punah" dan gajah sabana Afrika sebagai “terancam punah”.

Hal ini karena lonjakan perburuan dan hilangnya habitat.

Menurut penilaian terbaru, jumlah gajah hutan Afrika turun lebih dari 86 persen selama periode 31 tahun. Sementara itu, populasi gajah sabana Afrika turun setidaknya 60 persen selama setengah abad terakhir.

Selain pemusnahan, opsi lain yang dipertimbangkan oleh otoritas Zimbabwe adalah memindahkan gajah dari daerah dengan populasi tinggi. Namun keduanya terkendala karena keterbatasan dana.

“Ini proses yang mahal dan saat ini kami tidak punya uang. Pada tahun 2018, kami memindahkan 100 gajah dan biaya latihannya mencapai $400.000,” imbuh Farawo.

Farawo mengatakan butuh setidaknya $25 juta per tahun untuk operasi pemindahan ini. Namun, mereka belum menerima dana apapun dari pemerintah Zimbabwe yang kekurangan uang sejak 2001.

 

PenulisR24/ame


Loading...
Loading...