Sejarah Tulisan, Bermula dari Lumbung yang Kewalahan

Selasa, 15 Juni 2021 | 19:42 WIB
google google
<p>RIAU24.COM - Para arkeolog menemukan bahwa tulisan pertama kali di temukan di Mesopotamia atau yang sekarang merupakan negara bagian Irak dan Suriah.

Mulanya, tulisan dipergunakan untuk menghitung jumlah gandum yang disetorkan oleh para petani kepada sebuah lumbung padi yang sengaja dibuat untuk dipergunakan bersama sama.
Baca Juga: Resep Tahu Telur Surabaya
 
Karena banyaknya petani yang menyetorkan hasil panennya, lumbung tersebut harus menulis jumlah hasil panen tiap petani agar tidak keliru atau tertukar. Dari sanalah awal mata uang mulai dikembangkan.

Saat itu pula media untuk menuliskan hasil panen tersebut adalah cangkang kerang yang diatasnya diukir jumlah tiap setoran para petani.

Cangkang kerang itulah yang nantinya digunakan sebagai mata uang untuk alat pembayaran.
Baca Juga: Menikmati Keindahan Kota Baku, Ibu Kota Negara Api Abadi yang Berada di Tepi Laut Kaspia
 
Namun anehnya, meskipun pada saat itu logam belum dipergunakan sebagai mata uang, orang orang pada zaman mesopotamia menggunakan logam sebagai satuan ukuran berat.

Misalnya, seorang petani telah menyerahkan sejumlah gandum yang beratnya sama dengan 3 koin logam, semakin berat gandum tersebut semakin banyak jumlah koin logam yang didapat.

Kemudian, cangkang kerang yang di atasnya sudah tertulis jumlah logam menjadi bukti deposit bagi para petani petani tersebut.

Yanis Varoufakis dalam bukunya yang berjudul A brief history of capitalism  menyatakan bahwa sekalipun saat itu logam sudah ditempa dan dipergunakan sebagai mata uang, akan tetap menyulitkan bagi orang untuk menggunakannya.

Maka dari itu, mereka menggunakan sistem deposit yang diukir di cangkang kerang dengan jumlah uang yang diukur pada satuan logam.

PenulisR24/ame


Loading...
Loading...