Pesimis, Mustafa Barghouti: Bennet Lebih Ekstremis daripada Netanyahu, Pemerintahan Baru Tak Akan Perbaiki Keadaan Palestina

Rabu, 16 Juni 2021 | 14:53 WIB
Mustafa Barghouti Mustafa Barghouti

RIAU24.COM - Kelompok perlawanan Palestina Hamas mengatakan hari Minggu bahwa mereka tidak melihat adanya perubahan positif dari pemerintah Israel pasca-Netanyahu, pemimpin lain mengatakan mereka malah memperkirakan pemerintah baru Israel akan lebih buruk.

"Kami tidak mengharapkan perubahan apa pun dalam pemerintahan pendudukan, karena mereka bersatu dalam kebijakan pembunuhan dan perampasan hak-hak Palestina," tulis juru bicara Hamas Sami Abu Zuhri di Twitter.
Baca Juga: Kelelahan Usai Melahirkan Sembilan Bayi, Wanita Ini Terpaksa Rawat Inap di Rumah Sakit Hingga Berbulan-Bulan


Perdana Menteri Naftali Bennett akan memimpin pemerintah Israel selama dua tahun.

Kementerian Luar Negeri Palestina, mengatakan bahwa tidak tepat untuk menyebut pemerintah baru Israel sebagai pemerintah perubahan karena kebijakannya tidak akan berubah dari pemerintah sebelumnya.

“Apa posisi pemerintah baru mengenai hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri dan pembentukan negara merdeka mereka dengan Yerusalem Timur sebagai modal?"

Baca Juga: Inilah Video Transformasi Paling Epik di TikTok, Seorang Nenek Berubah Menjadi Wanita Muda yang Cantik

Mustafa Barghouti, sekretaris jenderal gerakan Inisiatif Nasional Palestina, memperingatkan bahwa pemerintah Bennett akan mendorong pemukiman ilegal dan diskriminasi rasial dan akan lebih ekstrim dari pemerintah sebelumnya.

"Pemerintah baru ini tidak berbeda dengan pemerintahan Netanyahu, karena ini adalah pemerintahan pendudukan, pemukiman kolonial, dan diskriminasi rasial seperti pemerintah sebelumnya dan bahkan lebih buruk lagi. Bennet lebih ekstremis daripada Netanyahu," kata Barghouti kepada Anadolu Agency.

PenulisR24/ame


Loading...
Loading...