Melarang Lagu Nicki Minaj dan Bruno Mars Diputar Adalah Hal yang Sia-sia, Kata Seorang Musisi Asal Indonesia

Rabu, 14 Juli 2021 | 09:30 WIB
Foto : Asiaone Foto : Asiaone

RIAU24.COM -  Keputusan Komisi Penyiaran Indonesia untuk menyensor 42 lagu oleh artis Barat termasuk Nicki Minaj dan Bruno Mars dengan alasan lirik mereka “tidak bermoral” telah 'mengangkat alis' para kritikus musik yang mengatakan tindakan itu sia-sia di era internet.

Komisi, yang juga dikenal sebagai KPI, baru-baru ini memutuskan bahwa lagu-lagu tersebut akan dilarang sepenuhnya di radio di Jawa Barat sebelum pukul 10 malam, meskipun setelah itu versi dengan lirik yang disensor akan diizinkan untuk ditayangkan.

Meskipun Indonesia memiliki sejarah panjang dalam menyensor lagu, para kritikus telah menyerang langkah terbaru sebagai ketinggalan zaman, mengatakan bahwa akses luas ke layanan streaming seperti Spotify dan penggunaan VPN (jaringan pribadi virtual) menjadikannya langkah token yang terbaik.

Mengumumkan keputusan itu, Adiyana Slamet, Ketua KPI Jawa Barat cabang, mengatakan lagu-lagu - yang meliputi lagu Lonely milik Justin Bieber, How We Do milik Rita Ora, Positions milik Ariana Grande dan  Beautiful Mistakes dari Maroon 5  - telah dilarang berdasarkan UU 32 Kode Penyiaran Indonesia untuk berbagai alasan, tetapi banyak yang mengandung “kata-kata kekerasan dan kecabulan atau menyinggung seksualitas”.

Baca Juga: Bayi Umur 3 Hari Tewas setelah Tidur dengan Orang Tuanya

Adiyana menambahkan bahwa tujuan UU 32 adalah untuk memastikan penyiaran Indonesia “menegakkan integritas”, “membina karakter” dan melindungi identitas nasional sebagai “setia dan taqwa”.

Juga di antara lagu-lagu yang menyinggung adalah Eminem's Lose Yourself , Jay-Z's Empire State of Mind dan kolaborasi Bruno Mars/Cardi B Please Me.

Meski langkah itu mengejutkan banyak orang Indonesia dan diolok-olok oleh beberapa musisi, ini bukan kali pertama KPI menyensor artis asing atau lokal. “Sebenarnya sudah lama ada larangan lagu-lagu yang dianggap bertentangan dengan norma sosial,” kata Irna Minauli, psikolog klinis di kota Medan.

“Ketika saya masih kecil tumbuh di tahun 1960-an, lagu Je t’aime … moi non plus oleh Serge Gainsbourg dan Jane Birkin dilarang karena berisi desahan yang dianggap membangkitkan gairah orang-orang yang mendengarnya. Larangan lagu sudah ada sejak zaman Presiden Sukarno tahun 1960-an. Dia bahkan melarang penyanyi lokal bernyanyi atau meniru penyanyi Barat. Kemudian selama era Suharto [dari 1967 hingga 1998], lagu-lagu yang terkait dengan Partai Komunis Indonesia dilarang.”

Baru-baru ini KPI yang didirikan pada 2002 terus menyensor lagu-lagu yang dianggap menyinggung norma sosial.

Pada tahun 2019 mengangkat isu klasik lokal Aku Ingin Dilubangi (‘I want to be penetrated’) and Mobil Goyang (‘Rocking car’)  serta Shape of You Ed Sheeran dan lagu-lagu Bruno Mars. Mendengar kabar tersebut, Mars saat itu dengan bercanda mencap Sheeran sebagai “penyimpang seksual”. Di bagian Barat, lagu-lagu Sheeran lebih sering digambarkan romantis – jenis balada yang dimainkan di pesta pernikahan.

Namun, Minauli mengatakan bahwa konten yang dianggap mengganggu “norma budaya dan agama” dapat berarti apa saja, mulai dari menampilkan orang transgender di televisi hingga gambar orang merokok, berciuman, atau wanita yang menunjukkan belahan dada. Iklan untuk kondom dan rokok hanya diperbolehkan setelah jam 10 malam, begitu juga acara televisi yang menampilkan setan atau roh, kata Minauli, yang menambahkan bahwa tindakan seperti itu menjadi jauh kurang efektif di era internet.

“Larangan ini hanya mempengaruhi komunitas, seperti komunitas yang sangat pedesaan, yang tidak memiliki akses ke internet. Tapi di kota-kota orang, terutama remaja, tidak lagi menonton televisi dan malah berselancar di internet tanpa batasan dan sensor seperti itu,” katanya.

Musisi Hikmawan ‘Indra’ Saefullah, yang bermain gitar di band indie Indonesia Alone at Last dari 2002 hingga 2013, mengatakan bahwa artis lokal tidak menganggap serius KPI. Sebaliknya, hal itu secara luas dilihat sebagai membuang-buang waktu untuk isyarat – seperti melarang lagu-lagu pop – sambil mengabaikan buruknya kualitas penyiaran Indonesia secara umum. Tindakan terbarunya juga sesat, kata Indra.

“Selain menunjukkan kepanikan moral, sensor seperti itu tidak akan pernah efektif. Apalagi ketika negara ingin membentuk citra Indonesia sebagai bangsa yang berakhlak mulia tetapi melakukannya dengan cara yang aneh.”

Indra mengatakan, percuma menyensor lagu di radio pada 2021, karena sebagian besar pendengar di Indonesia kini mengakses musik dan bentuk hiburan lain melalui layanan streaming seperti Spotify. Walaupun internet disensor di Indonesia – dengan situs web pornografi dan perjudian resmi dilarang – internet tidak dipantau secara ketat seperti televisi dan radio dan banyak pengguna merasa langkah-langkah tersebut mudah diabaikan dengan penggunaan teknologi seperti VPN.

Menurut penelitian Security.org pada tahun 2021, penggunaan VPN di Indonesia adalah yang tertinggi di dunia, dengan 55 persen pengguna internet di negara ini menggunakan layanan tersebut.

Namun, Mikail 'Mike' Israfil, vokalis band punk Indonesia Marjinal, mengatakan bahwa penyensoran – meskipun mudah untuk dilakukan – “harus selalu dianggap sebagai kemunduran di dunia terbuka saat ini. Ini mengkhianati prinsip-prinsip demokrasi yang seharusnya diterapkan di Indonesia”.

“Sebagai seorang musisi, saya merasa tindakan penindasan terhadap kebebasan berekspresi ini biasanya dilakukan oleh pecundang yang dengki yang tidak memiliki prinsip dalam hidup,” katanya.

“Saya tidak pernah dituduh tidak bermoral karena musik saya, jika ada orang menghargai pengaruh baru. Krisis moral dalam masyarakat diciptakan oleh budaya kemunafikan dan kebodohan. Bukan karena musiknya.”

Baca Juga: Atlet Aljazair Tolak Lawan Israel dan Mundur Olimpiade Tokyo 2020, Netizen: Harusnya Dikalahkan dan Hadiah Kasih Palestina

Berikut 42 lagu yang disensor:

1. Bruno Mars 24K Magic

2. Ariana Grande 34+35

3. Masked Wolf Astronaut in the Ocean

4. M.I.A. Bucky Done Gun

5. Maroon 5 Beautiful Mistakes

6. Max Ft Suga Blueberry Eyes

7. Lil Nas X MONTERO (Call Me By Your Name)

8. Pia Mia ft Chris Brown Do It Again

9. Snoop Dogg Drop It Like It’s Hot

10. Jay-Z Empire State of Mind

11. Maroon 5 ft Cardi B Girls Like You

12. Timbaland Give It to Me

13. 24kGoldn Ft Iaan Dior Mood

14. Chynna Phillips Naked and Sacred

15. Bruno Mars ft Cardi B Please Me

16. Ariana Grande Positions

17. Post Malone ft Ty Dolla $ign Psycho

18. Camila Cabello ft Shawn Mendes Senorita

19. Nicki Minaj Starships

20. Doja Cat Streets

21. DJ Snake ft Selena Gomez Taki Taki

22. Jason Derulo ft 2 Chainz Talk Dirty

23. Bruno Mars That’s What I Like

24. Cardi B Up

25. OneRepublic Good Life

26. Gym Class Heroes ft Estelle Guilty As Charged

27. Rita Ora How We Do

28. Busta Rhymes ft Maria Carey I Know What You Want

29. Icona Pop I Love It

30. DJ Khaled I’m the One

31. Jay-Z Izzo

32. Bruno Mars Lazy Song

33. Dua Lipa ft DaBaby Levitating

34. Justin Bieber ft Benny Blanco Lonely

35. Eminem Lose Yourself

36. Ariana Grande ft The Weeknd Love Me Harder

37. Bruno Mars Versace on the Floor

38. Avril Lavigne Wish You Were Here ”

39. The Kid Laroi Without You

40. Vedo You Got It

41. Dua Lipa ft Missy Elliot Levitating

42. Bruno Mars Locked Out of Heaven

PenulisR24/dev


Loading...
Loading...