Setelah Telepon Presiden Israel, Kini Erdogan Telepon Presiden China

Rabu, 14 Juli 2021 | 16:38 WIB
Erdogan Erdogan

RIAU24.COM - Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan membicarakan perihal Muslim Uighur dengan Presiden China, Xi Jinping melalui telepon, Selasa (13/7).

Melalui percakapan itu, Erdogan mengatakan pada Xi Jinping bahwa penting bagi Turki untuk mengetahui para minoritas Muslim Uighur hidup dalam damai sebagai bagian dari warga negara yang setara di China.
Baca Juga: Atlet Aljazair Tolak Lawan Israel dan Mundur Olimpiade Tokyo 2020, Netizen: Harusnya Dikalahkan dan Hadiah Kasih Palestina


“Erdogan menunjukkan bahwa penting bagi Turki bahwa orang Turki Uighur hidup dalam kemakmuran dan perdamaian sebagai warga negara China yang setara. Dia menyuarakan rasa hormat Turki terhadap kedaulatan dan integritas teritorial China,” bunyi pernyataan kepresidenan Turki.

Menurut sebuah pernyataan dari kantor kepresidenan Turki, kedua pemimpin membahas masalah bilateral dan regional.

Pakar PBB dan kelompok hak asasi memperkirakan bahwa lebih dari satu juta orang Uighur dan minoritas Muslim lainnya, ditahan di sebuah kamp di wilayah Xinjiang barat China.

Awalnya, China membantah keberadaan kamp, tetapi kemudian mengakui bahwa kamp itu merupakan pusat kejuruan dan dirancang untuk memerangi ekstremisme. China juga menyangkal semua tuduhan pelecehan.

Baca Juga: Terungkap! Begini Cara Taliban Kuasai Hampir Setengah Afghanistan Dengan Cepat

Erdogan mengatakan kepada Xi bahwa ada potensi tinggi hubungan komersial dan diplomatik antara Turki dan China. Kedua pemimpin membahas bidang-bidang termasuk energi, perdagangan, transportasi dan kesehatan.

Kedua belah negara juga ingin menandai peringatan 50 tahun pembentukan hubungan diplomatik antara Turki dan China dengan cara yang layak bagi persahabatan.

Sebuah laporan yang dirilis oleh Human Rights Watch pada bulan April membeberkan bahwa China melakukan kejahatan terhadap warga Uighur dan Muslim Turki lainnya di Xinjiang.

PenulisR24/ame


Loading...
Loading...