Menu

Aktivis Muslim Uighur Paling Dicari Interpol Ditangkap Maroko

Riki Ariyanto 28 Jul 2021, 11:19
Aktivis Muslim Uighur Paling Dicari Interpol Ditangkap Maroko (foto/int)
Aktivis Muslim Uighur Paling Dicari Interpol Ditangkap Maroko (foto/int)

RIAU24.COM - Otoritas China terus memburu aktivis yang dituding pembangkang yang berada di luar negeri. Terbaru seorang aktivis beretnis minoritas Muslim Uighur yang masuk dalam daftar orang paling dicari Interpol ditangkap di Maroko, atas permintaan China.

Kabar tersebut ditulis South China Morning Post, Rabu (28 Juli 2021). Dilansir dari Okezone, kalangan aktivis khawatir Yidiresi Aishan (33) yang ditangkap di Bandar Udara Internasional Mohammed V, Casablanca, Maroko, pada Selasa (20 Juli 2021) itu akan diekstradisi ke China.

Aishan adalah ayah dari tiga anak yang bekerja sebagai teknisi komputer dan menetap di Turki sejak 2012. Aishan juga bekerja pada surat kabar daring diaspora Uighur dan membantu para aktivis menghimpun kesaksian atas dugaan penindasan yang terjadi di Daerah Otonomi Xinjiang.

Setelah beberapa kali ditangkap di Turki, Aishan meninggalkan Istanbul menuju Casablanca pada Senin (19 Juli 2021) malam, sebagaimana penuturan Yanmaymiz Ayup, rekan Aishan, dikutip SCMP.

Aishan menelepon istrinya pada Sabtu (17 Juli 2021) untuk mengatakan bahwa dirinya dideportasi, demikian menurut keterangan Ayup, yang dekat dengan keluarga Aishan.

Maroko telah meratifikasi perjanjian ekstradisi dengan China sejak 2017.

Sebelumnya seorang remaja China yang mengaku mendapatkan permanen residen di Amerika Serikat juga ditangkap saat transit di Dubai, Uni Emirat Arab, pada April lalu.


Otoritas China mencari Wang Jingyu, pelajar berusia 19 tahun, karena komentarnya di medsos atas konflik militer di perbatasan China-India pada tahun lalu. Ia dibebaskan pada Mei, lalu melarikan diri ke Belanda bersama dengan tunangannya.