Menu

Viral Taliban Sita Helikopter Black Hawk Amerika Serikat, Ada yang Tergantung di Bawah Pakai Tali

Riki Ariyanto 1 Sep 2021, 10:02
Viral Taliban Sita Helikopter Black Hawk Amerika Serikat, Ada yang Tergantung di Bawah Pakai Tali (foto/int)
Viral Taliban Sita Helikopter Black Hawk Amerika Serikat, Ada yang Tergantung di Bawah Pakai Tali (foto/int)

RIAU24.COM - Viral video helikopter Black Hawk milik Amerika Serikat (AS) diklaim telah disita Afganistan di Afganistan. Semakin heboh sebab ada seseorang yang tergantung di bawah dengan tali.

Seperti yang ditulis okezone, disebut helikopter yang diterbangkan Taliban itu berada di atas Kota Kandahar. "Angkatan Udara kita!" Talib Times - yang mengklaim sebagai akun resmi berbahasa Inggris Emirat Islam Afghanistan yang dikelola Taliban, pada Senin (30 Agustus 2021).

"Pada saat ini, helikopter angkatan udara Imarah Islam terbang di atas kota Kandahar dan berpatroli di kota itu,” sebut tweet itu.

Dalam satu potongan video, seseorang terlihat jelas tergantung di bawah helikopter yang terbang. Hanya saja, tidak segera jelas bagaimana dia terikat atau apakah dia masih hidup, dan Talib Times tidak menjelaskan hal itu.

Beberapa wartawan bersikeras bahwa yang tergantung itu seseorang yang telah digantung dan kemudian diarak di langit. Gambar penting lainnya yang mengambil dunia dalam era teror baru,” tweet pembawa acara TV India Sudhir Chaudhary, pemimpin redaksi Zee News dan WION.

Taliban menggantung seseorang, yang diduga sebagai penerjemah Amerika, dari helikopter Blackhawk AS. Helikopter AS yang tersisa sekarang akan digunakan di #Afganistan seperti ini,” prediksi Chaudhary.

Podcaster konservatif Liz Wheeler menyebut sepertinya Taliban menggantung seseorang dari Blackhawk Amerika. "Joe Biden bertanggung jawab," tweetnya.

Talib Times termasuk membagikan klip lain yang dibanggakan sebagai "penerbangan pertama elang hitam," setelah kelompok militan Islam sebelumnya difilmkan melakukan upaya gagal untuk terbang di salah satu helikopter AS yang disita ketika mereka mengambil alih kekuasaan.

 

The Talib Times juga membagikan rekaman barang-barang militer lainnya yang tampaknya disita di bandara Kabul setelah pasukan AS akhirnya pergi pada Senin (30/8) , mengakhiri perang terpanjang Amerika.

 

"Taliban sudah menyita lebih banyak Pesawat, Helikopter, Senjata dan peralatan Amerika di Bandara Kabul," cuit Twitter di samping gambar.

 

Sementara itu, Gedung Putih mengatakan belum memiliki “gambaran lengkap” tentang barang-barang militer yang telah disita Taliban, tetapi mengakui itu termasuk pesawat seperti Black Hawk yang diberikan kepada Pasukan Keamanan Nasional Afghanistan.

 

Kepala Komando Pusat Jenderal Kenneth McKenzie ke AFP menyebut AS "demiliterisasi" setidaknya 73 pesawat untuk membuat mereka tidak berguna saat mereka meninggalkannya.

 

“Pesawat-pesawat itu tidak akan pernah terbang lagi… Mereka tidak akan pernah bisa dioperasikan oleh siapa pun,” sebut Jenderal Kenneth McKenzie.