Tahukah Anda, Orang Muda di Negara Ini Ternyata Lebih Rentan Terhadap Penyakit Jantung

Sabtu, 11 September 2021 | 20:10 WIB
Foto : India.com Foto : India.com

RIAU24.COM -  Menurut penelitian terbaru, anak muda India berisiko terkena penyakit jantung satu dekade lebih awal daripada rekan-rekan barat. 

Hal ini menunjukkan adanya peningkatan adanya penyakit kardiovaskular (CVDS) pada orang yang berusia tidak lebih dari 30 tahun.

India sudah menyumbang seperlima kematian di seluruh dunia, yang disebabkan oleh penyakit kardiovaskular. 

Baca Juga: Tragis, 10 Orang Tewas dan 5 Lainnya Hilang Saat Kapal Feri yang Membawa Siswa Terbalik Akibat Cuaca Buruk



Dan ini tercermin dalam populasi yang lebih muda juga, dengan tingkat kematian standar usia 272 per 1.00.000 populasi dibandingkan dengan rata-rata global 235.

Peningkatan risiko penyakit jantung pada orang muda India ini disebabkan oleh kombinasi gen yang diturunkan serta faktor lingkungan. 

Sayangnya, faktor lingkungan ini hanya memperburuk risiko dari waktu ke waktu. Bekerja berjam-jam, seringkali dalam pekerjaan yang membuat stres dan kurang tidur telah menjadi hal normal baru dalam hidup kita. 

Pengaturan kerja modern melibatkan banyak duduk dan tidak berolahraga dan ini hampir dapat melipatgandakan risiko kesehatan jantung yang buruk.

Sebuah studi yang dilakukan oleh Saffolalife pada tahun 2019 menyebutkan bahwa 58 persen orang di kota-kota besar, antara usia 30 hingga 40 tahun, yang tidak berolahraga secara teratur, berisiko lebih besar terkena penyakit jantung. Meskipun demikian, 92 persen dari mereka tidak menganggap kurang olahraga sebagai 3 faktor risiko utama penyakit jantung. Kurangnya kesadaran ini semakin memperburuk masalah ini.

Di kalangan anak muda, terlihat adanya peningkatan kesadaran tentang pentingnya makanan dalam menjaga kesehatan. 

Baca Juga: Temukan Boneka Menyeramkan yang Tersegel di Dinding dan Diduga Telah Membunuh Pemilik Sebelumnya, Wanita Ini Ketakutan


Tetapi kenyataannya juga adalah bahwa setelah hari yang panjang dan melelahkan, seringkali menjadi lebih mudah untuk memesan dan menyerah pada dorongan makanan yang tidak sehat.

Dengan kurang berolahraga dan sering makan junk food, ada kemungkinan peningkatan lemak perut, yang merupakan faktor risiko utama lainnya untuk penyakit jantung.

Syukurlah, ada kabar baik. Merawat jantung tidaklah sulit. Setelah mengetahui faktor risikonya, Anda dapat mengambil langkah yang tepat untuk mengurangi dampaknya. 

Membuat perubahan sederhana pada diet dan gaya hidup Anda benar-benar dapat membuat perbedaan. 

Namun, yang paling penting adalah bersikap proaktif; perubahan yang kita buat di usia 30-an dan 40-an bisa sangat membantu menjaga kesehatan jantung kita.

Di usia 30-an, ada baiknya untuk menilai tekanan darah, kolesterol, gula darah, dan kesehatan umum Anda setiap tahun. Ini dapat membuat Anda mengetahui gejala lebih awal dan tindakan korektif dapat segera diambil.

Kembangkan kebiasaan gaya hidup sehat seperti jalan cepat selama sekitar dua puluh menit sehari, setidaknya tiga kali seminggu. 

Cobalah untuk beristirahat di antara jam kerja untuk latihan pernapasan dalam. Kendalikan stres dengan olahraga dan yoga, daripada makan emosional/stres atau begadang dan menonton pesta. Buat perubahan sederhana dan mudah untuk diet Anda, seperti makan satu porsi buah dan sayuran mentah selama waktu camilan setiap hari. 

Cobalah untuk memasukkan bahan-bahan yang menyehatkan jantung seperti kacang-kacangan, sayuran berdaun hijau, alpukat, dan gandum. Menggunakan minyak yang menyehatkan jantung juga bisa menjadi perubahan besar dan mudah yang bisa Anda lakukan.


PenulisR24/dev


Loading...
Loading...