Tak Izinkan Media Internasional Wawacara Dirinya, Ini Alasan Anies Baswedan

Kamis, 07 Oktober 2021 | 13:50 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan

RIAU24.COM - Selama 3,5 tahun memimpin, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ternyata tidak memberikan izin kepada media internasional mewawancarai dirinya.

Dikatakannya, kebanyakan media internasional selalu mengaitkan Kota Jakarta dengan sejumlah isu global, seperti ekstremisme, radikalisme, dan konflik antar-agama. 

Anies juga merasa tak perlu menjawab tudingan jika dia merupakan gubernur yang masuk ke kategori ekstrimisme. Anies menyebut tudingan itu akan terjawab dengan sendirinya seiring berjalan waktu. 

Baca Juga: Jelang Idul Adha, Harga Cabai Masih Tinggi Diikuti Harga Telur Ayam

"Sekarang bulan ini sudah 4 tahun. Jawabannya begini, tolong tunjukkan kebijakan mana yang radikal dari Gubernur DKI? Tolong tunjukkan kebijakan mana yang diskriminatif dari gubernur DKI? Tolong tunjukkan kebijakan mana yang tidak mengayomi kepada semuanya. Kalau tidak ada, batalkan semua tuduhan-tuduhan itu," ujar Anies Baswedan dalam acara Workshop Nasional PAN di Bali.

Dia kemudian mencontohkan salah satu kebijakan yang ia hasilkan, yaitu Biaya Operasional Tempat Ibadah (BOTI). Melalui kebijakan itu, seluruh tempat ibadah di Jakarta mendapat biaya operasional Rp 1 juta per bulan.

"Apakah rumah ibadah Muslim, Kristen, Buddha, Hindu, Katolik. Semuanya terima,” tutur dia. 

Baca Juga: Vaksinasi Booster Segera Jadi Syarat Wajib Masuk Fasilitas Publik

Selain itu, Pemprov DKI juga memberikan Rp 500 ribu setiap bulan kepada para pekerja di tempat Ibadah tersebut. Menurut dia, berbagai kebijakan itu dikeluarkan untuk membangun persatuan di DKI Jakarta.

"Ini membangun persatuan. Membangun perasaan kebersamaan, kesetaraan," ucapnya.

PenulisR24/ibl


Loading...

Loading...