Menu

Pria Afghanistan Berani Gugat Menlu AS dengan Alasan yang Tepat

Amerita 8 Oct 2021, 09:07
Antony Blinken
Antony Blinken

Dia meminta anak-anaknya dievakuasi saat militer AS melakukan salah satu pengangkutan udara terbesar dalam sejarah, tapi mereka tak melakukannya.

Mohammad berkomunikasi setiap hari dengan anak-anaknya baik melalui telepon atau teks. Anak bungsunya, kerap bertanya-tanya apakah Taliban akan membunuhnya.

“'Ayah, apakah mereka akan membunuhku?' Apa yang bisa kukatan padanya?” ujar Mohammad menirukan pertanyaan anaknya.

Gugatan yang dilayangkan Mohammad menyatakan bahwa “mengeluarkan anak-anaknya dari Afghanistan, di mana mereka berada dalam bahaya sehari-hari, dan menyatukan kembali mereka dengan satu-satunya orang tua yang tersisa adalah penting untuk kelangsungan hidup dan kesejahteraan mereka.”

“Pada titik ini pemerintah telah mengetahui setidaknya sejak pertengahan Agustus bahwa anak-anak ini sendirian dan dalam bahaya serius, dan mereka tidak mengambil tindakan apa pun untuk melindungi mereka,” kata pengacaranya, Alexandra Zaretsky, dari International Refugee Assistance yang berbasis di New York. 

Zaretsky mengatakan Mohammad adalah satu dari ribuan warga Afghanistan yang bekerja untuk pemerintah AS di Afghanistan dan terpaksa meninggalkan anggota keluarga demi mendapatkan jaminan keselamatan keluarga.

Halaman: 23Lihat Semua