Gawat, WSBK dan MotoGP Terancam Batal Karena Indonesia Dianggap Tak Patuhi Penerapan Uji Doping oleh WADA

Minggu, 10 Oktober 2021 | 16:10 WIB
Foto : Internet Foto : Internet

RIAU24.COM -  WSBK dan MotoGP terancam batal karena Indonesia dianggap tak patuhi penerapan uji doping oleh WADA. 

Dilansir dari Poskota, hal ini terungkap setelah Indonesia mendapatkan ancaman sanksi Badan Anti-Doping Dunia (WADA) karena tidak mematuhi penerapan program uji doping.

Baca Juga: Seperti Tak Masuk Akal, Sudah 70 Orang Rela Bayar Rp 694 Juta Demi Bisa Hidup Lagi Setelah Mati



Pernyataan ini dikeluarkan secara resmi oleh WADA pada Jumat, 8 Oktober 2021.

WADA mengatakan, ada lima organisasi antidoping yang dinyatakan tidak mematuhi kode etik anti doping dunia.

Dalam hal ini WADA menganggap bahwa Indonesia dalam melaksanakan pengujian doping tidak sesuai dengan regulasi yang berlaku sehingga pengujian yang dilakukan tidak efektif.

Dalam pengumuman ini, Indonesia terancam sanksi WADA dalam jangka waktu satu tahun atau lebih.

Parahnya lagi Indonesia tidak dapat melaksanakan even olahraga internasional baik regional maupun dunia, jika mengikuti even internasional maka bendera Indonesia tidak akan dikibarkan.

Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) sangat menyesalkan ancaman sanksi tersebut karena bisa merugikan Indonesia di ajang Internasional.

Hal tersebut ditakutkan mengancam gelaran balap WorldSBK Indonesia yang akan digelar pada November 2021, dan MotoGP Indonesia yang digelar Maret 2022.

Namun, Zainudin Amali selaku Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI mengatakan bahwa Indonesia masih punya kemungkinan menggelar WorldSBK Indonesia dan MotoGP Indonesia.

"Masalah itu muncul kalau kita benar-benar di-ban (dihukum), ini kan belum," ujar Zainudin.

Baca Juga: Pengedar Narkoba yang Kepalanya Dihargai 5 Juta Dolar Berhasil Diringkus


"Kami masih diminta klarifikasi (oleh WADA), maka kami akan berusaha untuk mengklarifikasi," lanjutnya.

Ia mengatkan, pihaknya menyebut ketidaksesuaian antara perencanaan dan realisasi test doping Indonesia disebabkan karena adanya pandemi Covid-19.

Imbas dari kondisi pandemi tersebut, semua aktivitas olahraga terhenti.

Hal itulah yang menurutnya menjadikan tes doping Indonesia tidak sesuai rencana.

Selain itu, Kemenpora juga sudah mengirimkan surat klarifikasi ke WADA meskipun sedikit terlambat karena permintaan klarifikasi ternyata sudah diterima sejak September lalu.

Namun dari surat klarifikasi Kemenpora RI ke WADA diketahui, LADI berencana mengirim 700 sampel dari rencana tes doping PON ke WADA.

LADI berencana mengambil 300 tes doping pada 2021, namun saat ini capaian maksimum tes doping di kuarter pertama dan kedua baru 72 sampel.

Kabar Indonesia terancam sanksi WADA ini merupakan mimpi buruk para atlet yang sering mengharumkan nama Indonesia di dunia Internasional.

Dalam hal ini, atlet Indonesia terancam tak bisa mewakili 'Indonesia' saat Sea Games, Asian Games, maupun Olimpiade.

Jika sanksi ini diterapkan, Indonesia tak bisa mengumandangkan lagu Indonesia raya, mengibarkan merah putih di SEA Games Vietnam 2021 yang tertunda dan Asian Games Hangzhou 2022 mendatang. 
 





  

PenulisR24/dev


Loading...
Loading...