Minta Polisi Indonesia Diganti Satpam BCA, Pria Ini Dapat Ancaman dan Upaya Peretasan: Saya Cari Kamu

Minggu, 17 Oktober 2021 | 00:39 WIB
google google

RIAU24.COM -  Satpam BCA jadi trending topic di Twitter malam ini. Ada 9.708 tweet soal Satpam BCA.

Hal ini buntut dari para netizen Indonesia yang membandingkan sikap ramah antara polisi dan satpam BCA. Banyak yang memberikan contoh kalau Satpam BCA lebih ramah dari pada polisi. Ada juga beberapa kritik dikaitkan dengan kasus terbaru soal polisi membanting mahasiswa.

Pemilik akun Twitter @fchkautsar menerima ancaman kekerasan hingga upaya peretasan setelah mencuit 'Polisi se-Indonesia bisa diganti satpam BCA aja gaksih', Rabu (13/10) pukul 21.45.

Lalu @chkautsar atau Fachiral mengungkapkan ancaman itu diterimanya bukan di Twitter saja, melainkan melalui direct message atau DM di akun Instagram pribadinya. Banyak akun yang mengancamnya anonim, tapi ada juga yang memiliki foto profil berseragam polisi.

Baca Juga: Berawal dari Sebuah Amanah, Anak Jenderal Bintang 3 Pernah Dilecehkan Kerabat Presiden di Pesawat

Dari tangkapan layar yang diunggah Fachrial, bentuk ancaman itu antara lain dengan mengatakan bahwa dirinya sudah menjadi target di jalan, akan mematahkan leher, mengajak baku hantam, dan lain sebagainya. Selain itu, banyak juga yang memaki Fachrial di kolom komentar.

"Kalau ada oknum yang salah, salahkan oknumnya, jangan institusinya, kau berani sekali bawa bawa institusi. Kalau kamu ga terima, ga perlu kamu cari saya, saya yg cari kamu!,"

"Kalem hidupmu ga tenang ada di tangan orang dendam kau yah ahahahaha. Sudah di target di jalan kau yah,"

"Woi anjing,, dapat tak patahkan leher kamu,"

Fachrial lantas mengangkat masalah ancaman kekerasan ini di Twitter pribadinya. Banyak netizen memberikan dukungan terhadapnya. Beberapa akun yang tadinya mengancam di Instagram, juga tiba-tiba hilang.

Baca Juga: Cucu Dari Soekarno Ini yang Berdarah 3 Bangsa

Tidak berhenti di situ, Fachrial juga menerima upaya peretasan akun Twitter miliknya. Seseorang berusaha mengubah kata sandi akunnya. Namun, upaya ini mampu dicegah oleh korban.

Fachrial pun mendapatkan telepon dari dua nomor tidak dikenal. Masing-masing memiliki kode negara +62 dan +1. Anehnya, nomor tersebut menelepon dua nomor SIM card milik Fachrial. 

Pria 24 tahun ini memilih tidak pernah membalas DM atau menerima telepon tak dikenal itu usai cuitannya tentang polisi dan satpam. Dia memilih fokus mengumpulkan bukti-bukti. Fachrial juga telah menjalin komunikasi dengan Southeast Asia Freedom of Expression Network atau SAFEnet untuk perlindungan digital.

PenulisR24/riz


Loading...
Loading...