Usia Berapa Kamu Tahu Kalau Permainan Ular Tangga Berasal dari India?

Senin, 22 November 2021 | 08:28 WIB
google google

RIAU24.COM - Apakah kamu pernah main ular tangga?

Meski sederhana, tapi permainan ular tangga cukup menyenangkan buat dimainkan bersama-sama. Permainan ini cukup hits buat generasi 90-an.

Ular tangga adalah salah satu permainan yang cukup dikenal anak-anak Indonesia.

Dari generasi ke generasi, permainan ini masih sering dimainkan karena sederhana, mudah, dan seru.

Baca Juga: Alami Sakit Perut Luar Biasa, Nathalie Holscher Dilarikan ke Rumah Sakit, Netizen: Salut Lihat Kang Sule Tetap Tenang

Dalam permainan ular tangga, dibutuhkan 2-4 pemain. Semua akan mendapat bidak masing-masing. Bidak tersebut kemudian dijalankan di papan ular tangga sesuai angka yang tertera pada dadu yang dilempar bergiliran.

Jika melewati tangga, pemain bisa tiba di tempat atas. Sebaliknya, jika melewati ular, pemain harus turun kembali ke bawah.

Fakta mengejutkan dari permainan ular tangga selain berasal dari India, permainan ini juga dikenal dengan Mokshapat atau Vaikuntapali dan sudah dimainkan sejak awal abad ke-2 sebelum Masehi.

Vaikuntapali sudah ada di India sejak abad ke-13, diciptakan oleh Saint Gyandev.

Orang India mulanya menciptakan permainan ini untuk mengajarkan anak-anak mereka tentang karma.

India merupakan salah satu negara yang penganut agama Hindu-nya cukup banyak, sehingga permainan Vaikuntapali berkaitan dengan ajaran Hindu. Tangga di papan permainan menunjukkan nilai perbuatan baik, dan ular merupakan simbol kejahatan atau amarah.

Baca Juga: Selama 30 Tahun, Pria ini Jadikan Benda Seharga 1,5 Miliar Sebagai Ganjal Pintu

Perbuatan baik akan membawa seseorang menuju atas (moksha), sedangkan perbuatan jahat atau amarah hanya akan menurunkan tingkat kehidupan seseorang.

Selain itu, jika teman-teman perhatikan, jumlah ular dalam permainan ini biasanya lebih banyak daripada tangga.

Sederhananya, Vaikuntapali mengingatkan anak-anak India agar enggak berbuat dosa, melainkan tetap mengamalkan nilai-nilai kebaikan.

PenulisR24/riz


Loading...
Loading...