Bengkalis Mengaji Bersama DMDI Gelar Pawai Obor

Selasa, 07 Desember 2021 | 12:24 WIB
Pawai obor Bengkalis Ngaji program DMDI Pawai obor Bengkalis Ngaji program DMDI

RIAU24.COM -BENGKALIS - Gelaran pawai obor dalam rangkaian Bengkalis Ngaji bersama Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Kabupaten Bengkalis di Masjid Agung Istiqomah, Bengkalis menjadi perhatian masyarakat sepanjang bahu Jalan Jenderal Sudirman-Bengkalis, Senin 6 Desember 2021 malam.

Pawai obor yang dipandu oleh Pimpinan Pondok Pesantren Madani Bengkalis Kiyai Suyendri dilepas resmi oleh Ketua Umum DMDI Riau Datuk Ir. Ajis di Lapangan Tugu Bengkalis. Peserta pawai obor yang terdiri dari anak-anak santri pondok pesantren itu turut dikawal oleh Polri dan TNI disepanjang jalan.

Peserta pawai obor bergerak dari Lapangan Tugu menuju Masjid Agung Istiqomah, Jalan Pattimura pukul 20.00 WIB. Peserta berjalan kaki sambil melantunkan sholawat dipandu dengan alat musik tradisional kompang. Santri melantunkan sholawat sepanjang ruas jalan Jenderal Sudirman. 

Baca Juga: Anggota DPRD Bengkalis Hadiri Pelantikan Pengurus IKA-ROHIL

Gelaran itu menjadi tontonan masyarakat. Menariknya banyak masyarakat yang berada dibahu jalan mengabadikannya dengan menggunakan android, serta kamera ponsel.

Pawai obor menjadi salah satu agenda kegiatan Bengkalis Ngaji, yang ditaja Pengurus DMDI Kabupaten Bengkalis masa bakti 2021-2025. Para santri ini tiba di Masjid Agung Istiqomah sekitar pukul 20.45 WIB. Kemudian para santri melanjutkan rangkaian kegiatan Khatam Al-Qur’an serta bersholawat bersama.

Pimpinan Ponpes Madani Bengkalis, Kiyai Suyendri kepada media ini mengatakan, rangkaian Bengkali Ngaji ini diikuti para santri, hafiz qur’an dan qori dari berbagai pondok pesantren. Puncak khatam qur’an akbar ini juga nantinya menjadi tradisi di kampung-kampung.

Baca Juga: PC IAI Kabupaten Bengkalis Gelar Kampanye Kesehatan Sempena Word Pharmacists

“Harapan kami dengan kegiatan khatam qur’an akbar, semangat generasi muda agar bisa berinterkasi dengan kitab suci Al-Qur’an, semakin tinggi dan sebagai masyarakat Melayu, tradisi ini agar bisa dilestarikan,”ungkap Suyendri.

 

PenulisR24/hari


Loading...
Loading...