Menu

Kisah Seorang Dokter Hewan yang Bertaruh Nyawa Untuk Menyelamatkan Hewan Pasca Letusan Gunung Semeru yang Mematikan

Devi 9 Dec 2021, 12:12
Foto : Aljazeera
Foto : Aljazeera

Marzuki Suganda, seorang sopir truk berusia 30 tahun di tambang pasir setempat, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa dia mengetahui hampir semua korban tewas dan hilang, banyak di antaranya adalah petani yang berada di lereng gunung dan tidak mampu atau tidak mau untuk meninggalkan hewan mereka dan melarikan diri tepat waktu. Suganda, yang sedang dalam perjalanan pulang kerja di tambang pasir pada hari erupsi, mengatakan bahwa langit menjadi gelap sebelum batu vulkanik beterbangan di udara, menghantam kepala dan punggungnya, dan menyebabkan dia jatuh ke tanah. 

“Saya berpikir, 'Ini akan menjadi hari saya mati'. Saya sudah siap. Saya berpikir, 'Tidak apa-apa. Saya lahir di sini di desa Curuk Kobokan dan saya akan mati di sini juga,'” katanya.

"Hidup dan mati melintas di depan mataku."

Saat dia mencari-cari tempat untuk berteduh, Suganda mengatakan bahwa tidak ada tempat untuk pergi karena rumah-rumah dihancurkan oleh puing-puing yang jatuh, membuatnya meringkuk di sisi jalan dan menutupi kepalanya dengan helm sepeda motor dan tangannya. Hewan yang merumput di pinggir jalan terkubur dalam abu tebal yang turun ke desa-desa sekitar Semeru.


Pada Senin, Semeru kembali erupsi, menyemburkan asap dan abu ke langit serta menghambat upaya penyelamatan [Sugeng Ikatan Dokter Hewan Indonesia/Sugeng Widodo]

Sambungan berita:  
Halaman: 123Lihat Semua