Suntikan Ketiga Sudah Berikan Cukup Kekebalan, Lansia di Inggris Tak Boleh Diberikan Vaksin Covid-19 Dosis Keempat

Minggu, 09 Januari 2022 | 21:37 WIB
google google

RIAU24.COM -  Beredar isu Inggris akan memberikan dosis keempat vasksin Covid-19 bagi kelompok usia di atas 80 tahun atau lansia. Namun, penasehat pemerintah Inggris melarang. 

Data menunjukkan, suntikan ketiga sudah memberikan cukup kekebalan. Menurut data yang dihimpun oleh U.K. Health Security Agency, vaksin dosis ketiga bagi orang di atas 65 tahun, telah memberikan perlindungan di rawat inap sekitar 90 persen.

Untuk sementara, Pemerintah masih fokus memberikan dosis vaksin ketiga bagi semua kelompok untuk meningkatkan perlindungan, mengingat varian Omicron disebut lebih menular.

Baca Juga: Viral di TikTok, NCT Dream Bikin Heboh Joget Mendung Tanpo Udan

“Data saat ini menunjukkan, dosis booster terus memberikan perlindungan tingkat tinggi terhadap penyakit parah, bahkan untuk kelompok usia yang paling rentan,” ungkap Prof. Wei Shen Lim, selaku ketua Komite Joint Commicttee On Vaccination And Immunization.

“Untuk alasannya, komite telah menyimpulkan tidak ada kebutuhan mendesak untuk memperkenalkan dosis booster kedua, meski ini akan terus ditinjau,” ungkapnya melansir Medical Express.

Saat ini Inggris menawarkan suntikan booster kepada kelompok orang dewasa di seluruh negeri. Setelah dilakukannya penelitian, dosis kedua disebut tidak cukup untuk melindungi individu dari varian Omicron.

Di samping vaksinasi, jumlah orang di Inggris yang dirawat dengan Covid-19 terus naik menjadi 18.454 pada Kamis (6/1). Angka tersebut naik dua kali lipat, dibanding angka kejadian pada dua minggu sebelumnya.

Atas peningkatan kasus Covid-19 dan ketidakhadiran staf di rumah sakit, membuat Inggris mendorong militer untuk memberikan bantuan kepada dokter dan juga para perawat.

Baca Juga: Muak, Ray J Angkat Bicara Soal Tuduhan Kanye West Terkait Video Seksnya dengan Kim Kardashian

Menurut NHS England melaporkan, lebih dari 39.000 anggora staf rumah sakit tidak bekerja dikarenakan Covid-19 pada 2 Januari lalu. Tentunya, angka ini naik menjadi 59 persen dari minggu sebelumnya.

Lewat publikasi National Health Service mengatakan, ketidakhadiran staf di seluruh layanan rumah sakit nasional mulai dari  layanan kesehatan mental dan area lainnya, dilaporkan telah mencapai 120.000 orang.

PenulisR24/riz


Loading...

Terpopuler

Loading...