Bikin Geger, Hampir 100 Ribu Anak Masih Terlantar, Artis Justu Malah Adopsi Boneka Arwah

Selasa, 11 Januari 2022 | 17:16 WIB
Foto : Internet Foto : Internet

RIAU24.COM -  Kepala Divisi Pengawasan, Monitoring dan Evaluasi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Jasra Putra menyesalkan kurang populernya program orang tua asuh bagi anak-anak terlantar dibandingkan dengan mengadopsi boneka arwah.

"Kelihatannya program pemerintah ini kurang populer di tengah masyarakat. Sehingga ada masyarakat yang membandingkan dan menyayangkan fenomena menjadi orang tua dari boneka arwah dengan kebutuhan daftar orang tua pengganti di negara ini," kata Jasra melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa 11 Januari.

Baca Juga: Debat Panas Soal Kepiting, Ustaz Asal Indonesia Ini Langsung Disegani Ulama Masjidil Haram

Menurutnya, pemerintah mencatat pada 2020 ada 67.368 data anak terlantar di Indonesia dan terus bertambah seiring dengan adanya kasus bayi dibuang atau terlantar. Selain itu terdapat juga anak-anak yang kehilangan orang tua secara mendadak selama pandemi COVID-19 yang jumlahnya mencapai 30.766 anak.

Menurutnya, selain karena meninggalnya orang tua akibat bencana, anak-anak dapat menjadi terlantar karena berbagai masalah keluarga atau terlibat permasalahan hukum.

"Belajar dari beberapa bencana alam dan bencana pandemi, anak-anak yang mendadak kehilangan orang tua, artinya perlu mendapatkan segera pengganti keluarga. Begitupun anak yang kehilangan orang tua karena perceraian, orang tua berhadapan dengan hukum, anak dalam masa pidana, anak dalam lembaga pengasuhan atau lembaga serupa yang menjadikan anak diasuh di luar keluarga," katanya.

Baca Juga: Demam dan Kejang Usai Divaksin, Siswa SD di Deli Serdang Meninggal Saat Dirawat di RS

Jasra mengatakan anak-anak terlantar ini butuh kehadiran orang tua dalam keluarga yang harmonis.

"Mereka butuh kehadiran, yang layaknya orang tua bagi mereka agar dapat perhatian penuh dalam tumbuh kembangnya. Karena anak-anak yang terlepas dari keluarga diyakini bisa berkembang baik, bila pengasuh penggantinya menerapkan sistem keluarga," katanya.

 

PenulisR24/dev


Loading...

Terpopuler

Loading...