Pria Ini Keluhkan Penisnya Mengecil hingga 4cm karena Efek Samping Covid-19, Ini Kata Dokter

Kamis, 13 Januari 2022 | 14:34 WIB
ilustrasi ilustrasi

RIAU24.COM - Seorang pria mengklaim penisnya menyusut hampir 4cm akibat efek samping Covid, dan dokter mengatakan itu tidak bisa diperbaiki.

Baca Juga: Paksa Wanita Tidak Menuntut Mahar yang Banyak Jika Siklus Haid Tidak Teratur, Ustaz Ini Tuai Kritik Pedas Dari Netizen

Pria AS yang tidak disebutkan namanya itu mengatakan, efek jangka panjang dari Covid-19 telah merusak kepercayaan dirinya.

Sebelumnya, pria berusia 30-an itu mengatakan penisnya berukuran di atas rata-rata.

Baca Juga: Khawatir dengan Efek Samping Vaksin COVID-19 dengan Penyakitnya, Rumah Sakit Tolak Berikan Pria Ini Transplantasi Jantung

Ahli urologi mengatakan ini adalah fenomena nyata, di mana penis bisa mengecil karena kerusakan pembuluh darah.

Sebuah penelitian terhadap 3400 orang yang dipimpin oleh University College London menemukan bahwa dari 200 orang yang melaporkan gejala Covid-19, penis mengecil adalah salah satu efek, namun sangat langka.

“Saya seorang pria heteroseksual berusia 30-an. Pada Juli tahun lalu saya tertular Covid dan sangat sakit. Ketika saya keluar dari rumah sakit, saya mengalami beberapa masalah disfungsi ereksi,” kata pria itu.

“Sementara penis menyusut ini tampaknya karena kerusakan pembuluh darah, dan dokter saya tampaknya berpikir itu mungkin permanen.”

Ahli urologi Amerika Ashley Winter menjelaskan bahwa penyusutan penis setelah Covid adalah efek domino dari disfungsi ereksi.

“Memang benar bahwa memiliki disfungsi ereksi menyebabkan pemendekan. Anda memiliki periode waktu di mana penis tidak meregang dengan sendirinya, di mana tidak mendapatkan semua darah penuh ke dalamnya, dan itu dapat menyebabkan jaringan parut pada penis dan pemendekan penis,” kata Ashley Winter.

University College London melakukan penelitian terhadap gejala panjang Covid, mengidentifikasi 203 gejala pada pasien dari 56 negara.

Hampir 5 persen pria mengalami “penurunan ukuran testis/penis”, menurut temuan yang dipublikasikan di Lancet's EClinicalMedicine .

 

PenulisR24/ame


Loading...

Terpopuler

Loading...