Menu

OJK Riau: Investor Pasar Modal di Riau Selama Tahun 2021 Melonjak Signifikan

Alwira 3 Feb 2022, 21:10
Kepala OJK Riau, M Lutfi
Kepala OJK Riau, M Lutfi

RIAU24.COM - Hingga Desember 2021, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Riau mencatat stabilitas sektor keuangan dalam kondisi terjaga, dengan kinerja industri jasa keuangan yang terus membaik, ditunjang kerja pengaturan dan pengawasan serta kebijakan OJK yang solid serta kondisi perekonomian yang mulai membaik.

"Jumlah Investor di pasar modal juga melonjak cukup signifikan menjadi 133.636 investor di akhir 2021 lalu, yang naik 99% persen dibanding 2020, transaksi saham mencapai 3.476,57 M pada posisi Desember 2021," kata Kepala OJK Riau Lutfi dalam siaran pers yang diterima redaksi, Kamis 3 Februari 2022.

Lalu, instrumen Reksadana, sebut dia, masih menjadi primadona para investor dengan jumlah 122.244 Investor Reksadana, sedangkan untuk jumlah investor saham adalah sebanyak 63.801 orang dan sisanya merupakan investor Surat Berharga Negara (SBN).

Sementara itu, stabilitas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) terang dia, terjaga dengan baik, kinerja Perusahaan Pembiayaan (PP) di Provinsi Riau Posisi Desember 2021 berhasil menyalurkan pembiayaan dengan total Rp 13,65 T naik 10,76% (yoy) dibanding posisi Desember 2020. 

"Tingkat Non Performing Financing (NPF) mengalami perbaikan Rp 219 M turun -35,83% (yoy) dibanding posisi Desember 20020. Secara prosentase NPF Perusahaan Pembiayaan terjaga pada posisi 1,61%. Jumlah kontrak yang berhasil dihimpun oleh Perusahaan Pembiayaan adalah sebanyak 1.354.482 kontrak," paparnya. 

Sedang kinerja perusahaan asuransi di Provinsi Riau, sambung Lutfi, posisi triwulan III tahun 2021, kinerja asuransi jiwa memiliki 680.980 polis dengan premi Rp1,64 triliun dan klaim sebesar Rp 1,2 triliun. Sedangkan untuk asuransi umum memiliki 365,343 polis dengan premi Rp849 mikiar dan jumlah klaim sebesar Rp203 miliar. 

"Industri peer to peer lending menjadi salah satu alternatif sumber pembiayaan bagi masyarakat Indonesia. Hingga Desember 2021, di Provinsi Riau terdapat 11.132 rekening yang bertindak sebagai lender dan 576.252 rekening yang bertindak sebagai borrower. Dari segi nilai, akumulasi dana yang diberikan oleh lender adalah senilai Rp 749,39 miliar, dan akumulasi nilai pinjaman oleh borrower adalah sebesar Rp 2,701 miliar," tuturnya.**