Menu

Jika Kebiasaan Pasukan Eropa Kerap Membunuh Warga Tak Berdosa di Wilayah Taklukan, Maka Ottoman Adalah Kebalikannya

Azhar 5 Feb 2022, 15:01
Ilustrasi. Sumber: Internet
Ilustrasi. Sumber: Internet

RIAU24.COM -  Sikap terpuji dipertontonkan oleh Pasukan khusus Ottoman Daulah Utsmani terhadap anak-anak yatim korban peperangan.

Kebiasaan ini tidak sama seperti tingkah pasukan Eropa yang membunuh para tawanan perang dan laki-laki yang mereka temui di daerah taklukan dikutip dari republika.co.id.

Sultan Murad I (1326-1389 M) dari Daulah Utsmani mempunyai ide jenius yakni dengan menolong anak-anak laki-laki yang menjadi yatim dan terlantar karena orangtuanya menjadi korban perang dari wilayah yang berhasil dibebaskan.

Mereka direkrut dan dilatih menjadi pasukan andal yang diberi nama Inkisyariyah (Janissari).

Setelah dewasa, mereka menjalani pendidikan militer di sekolah terbaik (Acemi Oglan) khusus, dibagi sesuai bakat keilmuannya.

Ada yang ahli strategi perang, pemanah, artileri, ahli senapan, hingga insinyur, seniman, dan ulama.

Lantaran tidak ada pemaksaan untuk memeluk agama Islam, pasukan ini kemudian menjadi sangat loyal.

Termasuk berbondong-bondong memilih mengucap kalimat Tauhid.

Sayang, seiring berjalannya waktu banyak fitnah yang dihembuskan atas keberadaan pasukan elite ini.

Kelompok Barat menggambarkan kalau anak laki-laki ini diculik dan dirampas dari keluarga-keluarga mereka untuk dijadikan pasukan berani mati.

Termasuk disebut-sebut dipaksa meninggalkan agamanya dan beralih menjadi Islam.