Menu

Ketika Gerakkan Mahasiswa Runtuhkan Rezim Tak Berpihak Pada Rakyat

Azhar 22 Mar 2022, 14:37
Aksi unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa pada peristiwa Malari. Sumber: Kompas.com
Aksi unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa pada peristiwa Malari. Sumber: Kompas.com

RIAU24.COM -  Sejarah gerakan protes dan perlawanan mahasiswa terhadap rezim yang berkuasa dengan kebijakan yang tidak memihak pada rakyat sudah terjadi sejak lama.

Yang paling dikenal tentu ketika mahasiswa mampu meruntuhkan rezim berkuasa Orde Lama pada era Sukarno.

Dikutip dari pikiran-rakyat.com dan Soe Hok Gie dalam kumpulan tulisannya yang dibukukan, Zaman Peralihan, menyebut bahwa aksi mahasiswa dilancarkan selepas peristiwa Gerakan 30 September 1965.

Pada Desember 1965, sejumlah menteri mengeluar­kan peraturan baru yang di­kenal dengan tindakan-tindakan pemerintah di bidang moneter.

Dalam peraturan itu rupiah Indonesia di­beri­kan nilai baru Rp1.000,00 disamakan dengan Rp1,00 baru.

Uang kertas Rp10 ribu dan Rp5 ribu ditarik dari peredaran dalam waktu satu bulan dengan dikenakan 10 persen iuran revolusi.

Kebijakan itu membuar masyarakat panik menyambut Lebaran, Natal, dan Tahun Baru Tionghoa. Tak sampai disitu, pemerintah tak berapa lama menaikkan tarif ken­daraan umum antara 500 hingga 1.000 persen serta beras 300-500 persen.

Kondisi tersebut memicu turunnya mahasiswa ke jalan untuk berunjuk rasa. Setelah ini aksi susulan menentang kebijakan pemerintah kerap terjadi.

Seperti peristiwa 15 Januari 1974 atau dikenal sebagai Malari (Malapetaka Lima Belas Ja­nuari) hingga gerakan mahasiswa yang memprotes Rezim Soeharto karena persoalan kolusi, korupsi, dan nepotisme.