Saat Rapat dengan Anggota DPR RI, Dirjen Wisnu Sempat Bisiki Mendag soal Tersangka Mafia Minyak Goreng dan Ternyata Dirinya Sendiri

Rabu, 20 April 2022 | 13:30 WIB
Google Google

RIAU24.COM -  Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin mengumumkan tersangka dugaan kelangkaan minyak goreng yang melibatkan Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Indrasari Wisnu Wardhana. Kasus ini juga melibatkan tiga petinggi dari perusahaan produsen minyak goreng.

Pengungkapan kasus minyak goreng oleh Kejaksaan Agung ini seolah menjadi titik terang akan penyebab langkanya minyak goreng di Tanah Air beberapa waktu terakhir ini. Indrasari Wisnu diduga menyetujui ekspor CPO yang tidak memenuhi persyaratan.

Usai penetapan Dirjen PLN Kemendag Indrasari Wisnu sebagai tersangka, viral di media sosial video RDP Menteri Perdagangan M Lutfi dengan Komisi VI DPR RI pada Kamis, 17 Maret 2022 lalu. Dalam rapat tersebut membahas masalah kelangkaan minyak goreng dan praktik mafia perdagangan minyak goreng.

Sebelumnya Mendag Lutfi mendapatkan beragam pertanyaan dari anggota dewan soal penyebab kelangkaan minyak goreng, aksi penimbunan minyak goreng hingga sikap pemerintah yang dianggap kalah dengan para pengusaha atau produsen minyak goreng.

Baca Juga: Pemerintah Bakal Hapus Pasal Pencemaran Nama Baik dari UU ITE

Mendag mengklaim tegas menindak para spekulan minyak goreng. Ia bahkan sering melakukan sidak bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ke produsen minyak goreng. Semua data dan temuan pelanggaran sudah diserahkan kepada aparat Kepolisian.

Dalam potongan video yang viral, Mendag Lutfi saat rapat di DPR sempat dibisiki oleh Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Indrasari Wisnu bahwa, Senin, akan diumumkan tersangka mafia minyak goreng.

"Jadi pak ketua, saya baru diberitahu oleh pak Dirjen Perdagangan Luar Negeri, hari Senin sudah ada calon tsk-nya," kata Mendag Lutfi di Gedung DPR RI.

Sebelumnya, Kejagung telah menetapkan tersangka dalam kasus pemberian fasilitas ekspor CPO.

Ada empat tersangka yang telah ditetapkan yakni Dirjen Daglu Kemendag berinisial IWW. Selain IWW, 3 tersangka lain adalah pihak swasta.

Baca Juga: Ternyata Ini Alasan Haters Dewi Perssik Tak Ditahan Meski Sudah Jadi Tersangka

Para tersangka diduga bermufakat jahat dengan pemohon untuk melakukan proses penerbitan persetujuan ekspor. Dimana, Kemendag mempunyai kewenangan untuk memberikan izin ekspor itu.

Para tersangka dijerat Pasal 2 atau Pasal 3 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) serta Pasal 54 ayat (1) huruf a dan ayat (2) huruf a b e dan f Undang-undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dan/atau Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 129 juncto Nomor 170 tahun 2022 tentang Penetapan Jumlah untuk Distribusi Kebutuhan Dalam Negeri dan Harga Penjualan di Dalam Negeri.

Selanjutnya ketentuan Bab 2 huruf a angka 1 huruf b jo bab 2 huruf c angka 4 huruf c Peraturan Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri Nomor 02 DAGLU per 1 2022 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Kebijakan dan Pengaturan Ekspor CPO. Para tersangka kini ditahan untuk 20 hari pertama.

PenulisR24/riz


Loading...
Loading...