Memasuki Musim Panas dan Angin Kencang, Tim Satgas TMMD ke 113 Kodim Bengkalis Sosialisasi Karhutla

Sabtu, 28 Mei 2022 | 11:02 WIB
Sosialisasi bahaya Karhutla Sosialisasi bahaya Karhutla

RIAU24.COM -BENGKALIS - Memasuki musim panas dan angin kencang, tim Satuan Tugas TNI Manunggal Membangun Desa ke113 Kodim 0303 Bengkalis menggelar sosialisasi terkait bahaya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Tasik Serai, Kecamatan Talang Muandau, Bengkalis.

Hal tersebut dilakukan tim Satgas TMMD kodim 0303/Bengkalis selain pengerjaan fisik seperti pembangunan semenisasi dan pembangunan Box Culvert.

Penyuluhan tersebut dilaksanakan di Kantor Desa Tasik Serai, dihadiri Komandan Kodim 0303 Bengkalis, Letkol Inf Endik Yunia Hermanto selaku Dansatgas TMMD ke-113 diwakilkan Pelaksana Harian Kepala Seksi Teritorial Kapten Arh Isnanu.

Baca Juga: Warga Harus Mengantri Puluhan Jam, Ketua DPRD Minta Pemerintah Bengkalis Serius Tanggapi Permasalahan Roro

Dihadapan Kepala Desa, Sabar Manurung, masyarakat peduli api (MPA) dan masyarakat peduli bencana (MPB) Desa Tasik Serai, Tokoh Masyarakat, Kepala Dusun, serta perangkat RT/RW Kapten Isnanu mengutarakan bahwa kegiatan tersebut untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah terjadinya Karhutla.

“Sebab, bahaya yang ditimbulkan akibat Karhutla tidak hanya mengancam kesehatan bahkan nyawa manusia, tetapi seluruh Flora dan Fauna yang ada pada suatu wilayah,"ungkap Kapten Arh Isnanu.

Menurutnya, dalam hal ini, kita harus menjaga alam dan lingkungan, agar alam juga menjaga kita dengan sejuta kebaikan yang dihasilkan. 

"Salah satu contoh dan bukti alam menjaga kita, dengan cadangan oksigen yang diproduksi pepohonan sebagai paru-paru bumi. Oksigen sangat bermanfaat untuk kita bisa bernapas,” ungkapnya lagi.

Isnanu kembali memaparkan agar senantiasa dengan mengajak seluruh masyarakat dan komponen bangsa untuk tetap aktif dan peduli dengan situasi kebencanaan, terkhusus Kebakaran Hutan dan Lahan.

Terlebih, kabupaten Bengkalis memiliki kontur tanah rawan api yakni postur tanah Gambut dan adanya Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil (SM-GSK) Kecamatan Siak Kecil yang berbatasan dengan Desa Tasik Serai. 

Baca Juga: Permasalahan Antrian Roro Belum Juga Berakhir, Bayangkan Warga Harus Mengantri Hingga 20 Jam Lebih

"Jadi untuk menjaga stabilitas Cagar Biosfer tersebut, ia mengimbau seluruh masyarakat untuk mencegah munculnya titik api di dalamnya,"katanya lagi.

Caranya bagaimana..? Jangan buka lahan pertanian dan perkebunan dengan cara dibakar. Nanti bisa merembet dan meluas kobaran apinya. Kemudian, jangan beraktifitas di Cagar Biosfer. 

"Selain mencegah kebakaran, imbauan ini kami serukan agar masyarakat terhindar dari konflik satwa buas di lingkungan suaka margastawa tersebut. Mari kita jaga, lindungi dan lestarikan lingkungan,”ucapnya lagi.

Kegiatan tersebut bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bengkalis yang dihadiri sekitar 50-an warga masyarakat sekitaran.

 

PenulisR24/hari


Loading...

Loading...