Sederetan Nama Pahlawan Nasional Ini Pernah Dibuang Penjajah, Siapa Saja?

Minggu, 29 Mei 2022 | 07:19 WIB
Pahlawan Nasional. Sumber: Internet Pahlawan Nasional. Sumber: Internet

RIAU24.COM -  Gelar pahlawan nasional diberikan oleh pemerintah sebagai penghargaan atas jasa para pahlawan yang rela mengorbankan jiwa dan raga demi melawan penjajah.

Termasuk terlibat langsung dalam mewujudkan kemerdekaan Indonesia.

Selama berjuang beberapa diantara mereka sempat dibuang oleh penjajah dalam bentuk tahanan politik dan pengasingan dikutip dari okezone.com.

Baca Juga: Salurkan Bantuan TJSL, PLN Unit Induk Wilayah Sumbar Ajak Mitra Produksi Alat Rumah Tangga

Satu dari Pahlawan Nasional itu adalah Tuanku Imam Bonjol. Seorang ulama dan pemimpin di masyarakat ini ditangkap lalu dibuang ke Cianjur, Jawa barat.

Kemudian, ia dipindahkan ke Ambon dan Lotak, Minahasa. Di tempat pengasingannya terakhir, Tuanku Imam Bonjol meninggal dunia dan di makamkan di sana.

Imam Bonjol berjuang melawan Belanda bersama kaum Paderi pada tahun 1803 sampai 1864.

Semua bermula ketika benteng pertahanan Imam Bonjol berhasil dikuasai Belanda pada 1837. Setelahnya, Imam Bonjol melakukan perundingan di Palupuh hingga berujung ke pengasingan.

Selain Imam Bonjol, nama lainnya adalah Sutan Sjahrir. Bersama dengan Bung Hatta, Sutan Syahrir mendirikan Partai Nasional Indonesia.

Sjahrir pun turut diasingkan ke Papua, Banda Neira, dan Sukabumi.

Pada November 1945, Sjahrir ditunjuk menjadi Perdana Menteri dan menjadi Ketua Delegasi Indonesia pada Konferensi Meja Bundar di Den Haag.

Baca Juga: Jenis Sepeda Motor yang Dilarang Pakai Pertalite, Berikut Kategorinya

Setelah itu, tepatnya Agustus 1960, partai yang didirikan Sjahrir dibubarkan karena dianggap terlibat pada pemberontakan PRRI.

Imbasnya, Sjahrir ditangkap dan dijadikan tahanan hingga ia meninggal pada 9 April 1966.

PenulisR24/azhar


Loading...

Loading...