Suhu Di Makkah Capai 50 Derajat Celsius, Puluhan Jemaah Haji Jatuh Sakit hingga Kaki Melepuh

Jumat, 24 Juni 2022 | 14:03 WIB
Foto : Boombastis Foto : Boombastis

RIAU24.COM - Pusat Meteorologi Nasional (NCM) mengumumkan Arab Saudi akan dilanda gelombang panas yang cukup ekstrem. Suhu maksimum di beberapa wilayah seperti bagian Madinah dan Yanbu bisa mencapai 47 dan 50 derajat celcius. Mengetahui hal itu, pemerintah Arab Saudi memberlakukan larangan bekerja di bawah sinar matahari.

Cuaca panas juga berdampak pada jemaah Indonesia yang sedang melaksanakan ibadah haji dan umrah. Bahkan, puluhan jemaah haji jatuh sakit hingga alami kaki melepuh.

Baca Juga: Haji 2022: Inilah Pelayanan Kesehatan yang Didapatkan Jemaah Indonesia Jelang Berangkat ke Armuzna

Berikut informasi selengkapnya.

90 jemaah haji Indonesia dilaporkan sakit

Juru Bicara Pantia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Akhmad Fauzin mengungkapkan ada 90 orang jemaah haji Indonesia yang sakit. Sebanyak 65 orang harus menjalani rawat jalan, sedangkan 24 orang dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia dan seorang jemaah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Arab Saudi di Madinah. Fauzin memastikan pemerintah tetap bertanggung jawab mensafariwukufkan seluruh jemaah haji yang sakit yang bisa dibawa ke Arafah. Pemerintah juga memberikan bimbingan terkait cara bersuci sehingga jemaah yang sakit tetap tenang dan nyaman.

Jemaah haji alami kaki melepuh

Suhu panas membuat lantai halaman Masjid Nabawi juga terasa sangat panas. Bahkan salah satu jemaah haji asal Banda Aceh mengalami luka bakar derajat dua. Kulit kakinya melepuh dan sangat perih saat disentuh. Petugas kesehatan langsung menyiramkan air zamzam dan mengoleskan salep luka bakar.

Baca Juga: Istri Tessy Srimulat Meninggal Dunia Akibat Kencing Manis, Berikut Gejala dan Penyebabnya

Perbedaan suhu yang sangat ekstrem antara Indonesia dan Arab Saudi mempengaruhi kondisi kesehatan jemaah haji. Jemaah bisa mengalami dehidrasi, bibir pecah-pecah, kulit kering, hingga yang paling berbahaya adalah heat stroke. Tanda-tanda heat stroke atau serangan panas adalah pusing, mual, sakit kepala, napas cepat, dan detak jantung meningkat. Bahkan seseorang bisa menjadi linglung, kejang, koma, hingga mengalami kematian saat terkena heat stroke.

Jemaah haji diminta pakai APD

Kepala Seksi Kesehatan Daerah Kerja Makkah, dr. Muhammad Imran mengimbau agar jemaah haji mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) saat beraktivitas. Jemaah diminta menggunakan alas kaki, masker, payung atau topi, kacamata hitam, tabir surya, dan pelembap bibir. Para jemaah juga diimbau untuk minum air putih yang mengandung elektrolit sesering mungkin agar tidak mengalami heat stroke.

Para jemaah haji pasti tak ingin tertinggal semua ibadah saat berada di Mekah. Namun jangan memaksakan diri jika mengalami kelelahan akibat suhu panas yang tinggi. Jemaah haji harus menjaga kesehatan agar tetap kuat menjalankan rukun wajib haji.

 

 

PenulisR24/dev


Loading...

Loading...