Apa Hasil Pertemuan Antara Jokowi dan Presiden Ukraina Zelensky?

Kamis, 30 Juni 2022 | 08:41 WIB
Pertemuan antara Presiden Rusia Volodymyr Zelensky dengan Presiden RI Joko Widodo. Sumber: CNN Indonesia Pertemuan antara Presiden Rusia Volodymyr Zelensky dengan Presiden RI Joko Widodo. Sumber: CNN Indonesia

RIAU24.COM - Pertemuan Presiden Rusia Volodymyr Zelensky dengan Jokowi menghasilkan 4 riwayat utama.

Hal ini diketahui setelah Jokowi menempuh hampir 13 jam perjalanan kereta via Polandia untuk tiba di Kyiv, Ukraina pada Rabu, 29 Juni 2022.

Yang pertama mendorong perdamaian. Misi utama Jokowi berkunjung ke Ukraina adalah mendorong dialog perdamaian antara Kyiv dengan Rusia dikutip dari cnnindonesia.com.

Jokowi menilai dialog perdamaian tetap menjadi urgensi penyelesaian konflik antara kedua negara.

"Meskipun sangat sulit dicapai, saya menyampaikan pentingnya resolusi perdamaian," kata Jokowi usai bertemu Zelensky.

Baca Juga: Survei: Berita Korupsi Bikin Anak Muda Jauhi Politik

Yang kedua, Jokowi membawa pesan untuk Presiden Rusia Vladimir Putin.

Jokowi mengatakan dia menawarkan diri sebagai pembawa pesan kepada Presiden Rusia, Vladimir Putin, dalam pertemuannya dengan Zelensky.

"Dalam kaitan ini (mendorong perdamaian), saya menawarkan diri untuk membawa pesan dari Presiden Zelensky untuk Presiden Putin yang akan saya kunjungi segera," kata Jokowi.

Meski begitu, tidak jelas apa respons Zelensky terhadap Jokowi setelah sang presiden RI mengatakan itu. Tak jelas pula apakah Zelensky menitipkan pesannya kepada Jokowi untuk Putin.

Ketiga, Jokowi juga mengundang Zelensky hadir di pertemuan puncak (KTT) G20 di Bali pada November mendatang.

Zelensky pun menerima undangan Jokowi dan bersedia hadir dalam forum itu.

Baca Juga: Gerindra Disebut Bukan Inginkan Berkoalisi dengan PKB, Lalu dengan Partai Mana?

"Tentu saja saya menerima undangan itu. Partisipasi Ukraina akan tergantung pada situasi keamanan di negara itu dan pada komposisi peserta KTT," kata Zelensky.

Dan yang terakhir Jokowi berkomitmen mengatasi kenaikan harga dan kekurangan pangan serta energi sejak invasi Rusia berlangsung.

"Semua upaya harus dilakukan untuk memastikan Ukraina dapat melanjutkan ekspor makanan," katanya di Kyiv.

PenulisR24/azhar


Loading...
Loading...