Menu

Tragis, Ribuan Guru di Yaman Tidak Menerima Gaji, Ribuan Anak Terpaksa Putus Sekolah Untuk Bekerja

Devi 29 Jul 2022, 11:00
Foto: Banyak anak Yaman putus sekolah untuk bekerja dan mencari uang untuk keluarga mereka
Foto: Banyak anak Yaman putus sekolah untuk bekerja dan mencari uang untuk keluarga mereka

“Kami [guru] memberi makan pikiran siswa dengan informasi. Tapi kita butuh penghasilan untuk memberi makan anak-anak kita dengan makanan. Jika kita terus melakukan pekerjaan ini tanpa imbalan, itu mungkin berarti bahwa usaha kita tidak penting bagi masyarakat. Itu mengecewakan.”

Amatallah Alhaji, kepala Organisasi Arwa untuk Pembangunan, Hak dan Kebebasan yang berbasis di Yaman, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa menolak gaji guru Yaman telah menjadi pukulan besar bagi pendidikan di negara itu.

“Penghentian gaji guru telah menghambat proses pendidikan dan memperdalam kemiskinan. Tanpa dibayar, guru tidak dapat berkomitmen untuk bekerja atau bahkan mencapai sekolah yang jauh dari rumah mereka.”

Siswa yang kurang mampu memilih untuk putus sekolah. Fokus utama pihak-pihak yang bertikai di Yaman adalah medan perang, bukan ruang kelas.

Akibatnya, angka putus sekolah siswa meningkat. Laporan PBB memperkirakan bahwa 2,4 juta siswa berusia 6 hingga 17 tahun putus sekolah.

“Perang di Yaman telah merampas hak ribuan siswa untuk pendidikan dan sekolah. Ini terjadi karena banyak sekolah pemerintah yang diubah menjadi barak militer atau rumah bagi pengungsi internal,” kata Alhaji.

Halaman: 234Lihat Semua