Saksi Baku Tembak Brigadir J dan Bharada E Buka Suara, Berikut Penjelasannya

Rabu, 03 Agustus 2022 | 09:13 WIB
Ilustrasi/rsplaw.official Ilustrasi/rsplaw.official

RIAU24.COM - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengaku kesulitan untuk mengungkap dalang dibalik kasus kematian Brigadir J yang terjadi di Rumah Dinas Kadiv Propam nonaktif Polri, Irjen Pol Ferdy Sambo. 

Melihat, dalam kasus tembak-menembak antara Brigadir J dengan Bharada E keterangan yang didapat tidak begitu utuh dan minim informasi. 

Baca Juga: Peran 4 Tersangka Kasus Brigadir J, Dari Otak Penembakan Hingga Eksekutor

Keterangan yang diperoleh dari tujuh ajudan pada saat pemeriksaan, Komnas HAM menyatakan bahwa salah satu ajudan yakni, Bripka Ricky hanya melihat sebagian aksi penembakan yang dilakukan oleh Bharada E kepada Brigadir J, dikutip dari okezone. 

"Ricky sendiri itu hanya menyaksikan sebagian. Tidak menyaksikan secara keseluruhan," ujar Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik kepada wartawan, Rabu (3/8/2022). 

Diketahui, sejumlah ajudan dan ART Irjen Ferdy Sambo datang ke Kantor Komnas HAM. 

Sebagai informasi, Polri menyebut Brigadir J tewas ditembak oleh Bharada E di rumah dinas Ferdy Sambo di kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan, pada Jumat, 8 Juli 2022, sekira pukul 17.00 WIB.

Brigadir J disebut-sebut merupakan merupakan sopir istri Ferdy Sambo. Sedangkan, Bharada E merupakan ajudan dari Ferdy Sambo.

Baca Juga: Ditetapkan Sebagai Tersangka, Ferdy Sambo Terancam Hukuman Mati Atas Kasus Pembunuhan Berencana Brigadir Yoshua

Berdasarkan keterangan Polri, baku tembak antara dua anggota kepolisian tersebut diduga berawal dari adanya pelecehan serta penodongan Brigadir J terhadap istri Ferdy Sambo. 

Namun, tewasnya Brigadir J penuh akan kejanggalan, tanda tanya yang banyak menjadi pertanyaan publik, serta keluarnya banyak spekulasi.

(***)

PenulisR24/zura


Loading...
Loading...