Ketika Golkar Terganjal KIB Soal Calonkan Airlangga Hartarto Nyapres 2024

Kamis, 04 Agustus 2022 | 06:29 WIB
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto. Sumber: Internet Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto. Sumber: Internet

RIAU24.COM - Nama Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto disebut bakal dicalonkan oleh partainya sendiri sebagai presiden.

Namun, namanya terganjal Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) lantaran Golkar berkongsi dengan kedua partai tersebut dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).

Perihal capres dan cawapres KIB, Wakil Ketua Umum Partai Golkar Nurul Arifin berkata, akan diputuskan bersama oleh ketiga partai.

Baca Juga: Ada Zulher, Ulama dan Cendekiawan Riau Deklarasikan Dukung Ganjar di Pilpres 2024 Mendatang

Menurut Nurul, Golkar, PAN, dan PPP punya kedudukan setara di KIB dikutip dari kompas.com, Kamis, 4 Agustus 2022.

"Prinsipnya kolektif kolegial. Semua akan dibicarakan dan diputuskan bersama," ujarnya.

Dia mengatakan, semua hal yang menyangkut koalisi bakal didiskusikan bersama dengan PAN dan PPP, termasuk soal pencapresan.

Sementara, Wakil Ketua Umum PPP Arsul Sani pernah menyampaikan, perihal capres dan cawapres KIB baru akan dibahas setelah 17 Agustus 2022.

Pada tahapan ini, KIB bakal melibatkan organisasi masyarakat (ormas) agama dan nonagama.

"Tentu juga ya di lingkungan termasuk harus ada pengembangan komunikasi dengan parpol lain. Meski di kalangan partai-partai koalisi pemerintah yang tujuh, meskipun kami membelah dan tidak ada dalam koalisi," sebutnya.

Baca Juga: Hari Ini Ada 6 Parpol Daftar KPU Sebagai Peserta Pemilu 2024

Direktur Eksekutif Institute for Democracy and Strategic Affairs (Indostrategic) Ahmad Khoirul Umam menilai, elektabilitas Airlangga tak cukup besar untuk dicalonkan sebagai presiden di Pemilu 2024.

Jika Golkar memaksakan diri mengusung Airlangga sebagai capres lewat KIB, bukan tidak mungkin keutuhan koalisi Golkar, PAN, dan PPP itu goyah.

"Pencapresan Airlangga sendiri tentu akan dihadapkan pada tantangan elektabilitas individu yang masih terbatas," sebutnya.

PenulisR24/azhar


Loading...
Loading...