Menu

Mengenang Kembali Perang Diponegoro

Azhar 15 Aug 2022, 15:00
Ilustrasi. Sumber: Internet
Ilustrasi. Sumber: Internet

Seiring perjalannya waktu, pasukan Pangeran Diponegoro terjepit, Kyai Mojo, Pangeran Mangkubumi dan Alibasah Sentot Prawirodirjo berhasil diamankan Belanda.

Bahkan pada tanggal 21 September 1829, Belanda sempat membuat sayembara dengan hadiah uang sebesar 50.000 Gulden, beserta tanah dan penghormatan bagi siapa saja yang dapat menangkap Pangeran Diponegoro hidup atau mati.

Pada tanggal 16 Februari 1830, Pangeran Diponegoro setuju untuk bertemu dengan utusan Jenderal De Kock, yaitu Kolonel Jan Baptist Cleerens.

Namun pertemuan antara kedua belah pihak tidak menghasilkan kesepakatan dan Pangeran Diponegoro menyatakan ingin bertemu langsung dengan Jenderal De Kock.

Meskipun pertemuan dengan Jenderal De Kock telah terjadi beberapa kali, namun mata-mata Belanda yang ditempatkan di kesatuan Diponegoro melaporkan bahwa Pangeran Diponegoro tetap bersikeras menginginkan Belanda mengakuinya sebagai sultan Jawa bagian Selatan.

Hingga akhirnya pada 25 Maret 1830, Jenderal De Kock memerintahkan Letnan Kolonel Louis du Perron dan Mayor A.V Michiels untuk mempersiapkan perlengkapan militer dan merencanakan penangkapan Diponegoro.

Halaman: 234Lihat Semua