Tahukah Kamu, Siapa yang Menemukan dan Memiliki Teks Proklamasi yang Asli ?

Selasa, 16 Agustus 2022 | 19:03 WIB
Foto (net) Foto (net)

RIAU24.COM - Burhanuddin Mohammad Diah atau lebih dikenal dengan BM Diah adalah salah satu tokoh perjuangan kemerdekaan Indonesia. Salah satu peranan tokoh wartawan Burhanuddin Mohammad Diah dalam peristiwa setelah proklamasi kemerdekaan adalah menyelamatkan naskah proklamasi. 

Baca Juga: Timeline: Bencana di Stadion Sepakbola Paling Mengerikan Sepanjang 40 Tahun Terakhir

Selain dikenal sebagai wartawan yang menyelamatkan naskah proklamasi, BM Diah juga berjasa dalam menyebarkan berita kemerdekaan ke pelosok Indonesia. Mengutip dari Kompas.com Selasa (16/8/2022)

Peran Burhanuddin Mohammad Diah sebelum proklamasi Selain menjalani profesinya sebagai jurnalis, BM Diah sering berdiskusi dengan Sukarni dan Chairul Saleh mengenai gagasan kemerdekaan Indonesia. Ia pun pernah melakukan pertemuan pada Mei dan Juni 1945 bersama kaum muda untuk menentukan sikap dan berusaha melepaskan diri dari penjajahan.

Karena jasa BM Diah dalam mendorong para pemuda, ia sempat ditangkap oleh Jepang pada 7 Agustus karena dinilai membahayakan. Ia baru dibebaskan pada 15 Agustus 1945 setelah dijamin oleh keluarga besar istrinya. Setelah itu, ia bergegas menemui Sukarni dan Chairul Saleh di rumah Soebardjo untuk mendorong Soekarno-Hatta melakukan revolusi.

Peran BM Diah dalam proklamasi Setelah Peristiwa Rengasdengklok, pada 16 Agustus 1945, diadakan pertemuan di rumah Laksamana Maeda antara tokoh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI), yang turut dihadiri oleh BM Diah. Pada hari itu, Soekarno-Hatta dan Achmad Soebardjo menyusun naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Sementara BM Diah bersama para aktivis dan pemuda lainnya menunggu di ruang tengah rumah Laksamana Maeda. Setelah rancangan naskah proklamasi selesai disusun, Sayuti Melik diminta untuk mengetik naskah tersebut. Begitu naskah proklamasi selesai disalin oleh Sayuti Melik, naskah asli proklamasi dibuang begitu saja ke tempat sampah.

Menyaksikan hal itu, BM Diah mengambil naskah asli proklamasi yang sudah dibuang dan menyimpannya. Setelah rapat perumusan naskah proklamasi berakhir, BM Diah menyimpan naskah asli proklamasi itu sebagai dokumen pribadinya. Karena naskah itu merupakan bagian dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia, BM Diah menyerahkan teks proklamasi yang ditulis tangan oleh Soekarno kepada Presiden Soeharto pada Mei 1992.

Baca Juga: Manfaat Biopori bagi Lingkungan

Tindakan yang dilakukan BM Diah menjadi kunci pelengkap arsip nasional tentang proklamasi kemerdekaan Indonesia. Setelah Soekarno mengumandangkan proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, BM Diah, yang merupakan seorang jurnalis, terpanggil untuk menyebarkan berita kemerdekaan ke pelosok Indonesia.(Mer)

 

PenulisR24/riko


Loading...
Loading...