Menu

Inilah 3 Modal Anies Baswedan Siap Maju Pilpres 2024

Amastya 19 Sep 2022, 08:27
Berikut 3 modal Anies Baswedan siap nyatakan sebagai capres 2024 walaupun bukan dari partai politik /net
Berikut 3 modal Anies Baswedan siap nyatakan sebagai capres 2024 walaupun bukan dari partai politik /net

RIAU24.COM - Pernyataan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan siap untuk maju jadi calon presiden (capres) pada 2024, menjadi topik hangat di dunia politik Indonesia baru-baru ini.

Anies mengungkapkan kesediaannya untuk nyapres dalam wawancara bersama Reuters ketika dirinya menghadiri acara penting di Singapura.

Menanggapi hal tersebut, berbagai pengamat politik menilai jalan Anies cukup terbuka untuk dapat bersaing di pencalonan capres, bahkan ada yang mengatakan kemenangan dapat dicapai Anies di 2024 mendatang.

Berikut 3 modal sesuai fakta yang bisa dijadikan modal pencapresan Anies Baswedan, dikutip sindonews.com:

1. Anies miliki elektabilitas konsisten di 3 Besar

Berdasarkan hasil survei lembaga-lembaga kredibel mengenai pencalonan capres selama satu setengah tahun terakhir menunjukkan nama Anies Baswedan konsisten berada di posisi tiga besar tingkat keterpilihan capres potensial.

Walaupun tak punya partai politik pengusung, Anies dapat berada dalam satu kelompok elektabilitas bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan kader PDIP Ganjar Pranowo.

Misalnya dilihat dari hasil survei Poltracking pada Agustus 2022, mencatat elektabilitas Ganjar Pranowo dengan 26,6 persen, Prabowo Subianto 19,7 persen, dan Anies Baswedan 17,7 persen.

Begitu juga survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) pada 13 - 21 Agustus 2022 mendapatkan elektabilitas Ganjar Pranowo 24,5%, Prabowo Subianto 21,3%, dan Anies Baswedan 19,3%.

Berdasarkan inilah Anies mengungkapkan siap nyapres karena melhat kredibilitas dirinya melalui survei-survei tersebut.

"Survei yang tidak diminta ini terjadi bahkan sebelum saya berkampanye. Saya pikir mereka memberi saya lebih banyak kredibilitas," jelas Anies, dikutip dari Reuters, Jumat (16/9/2022).

2. Anies berpeluang diusung koalisi Nasdem-PKS-Demokrat

Pada pertengahan Juni 2022, Partai Nasdem mengumumkan tiga nama yang berpeluang diusung pada Pilpres 2024, yaitu Ganjar Pranowo, Anies Baswedan dan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa. Nasdem bahkan berani mengajukan penawaran menggandengkan Anies dengan Puan Maharani.

Di sisi lain, PKS yang merupakan pendukung Anies di Pilgub DKI Jakarta lalu pun mengakui banyak kadernya menginginkan Anies untuk diusung sebagai capres di 2024.

“Walaupun kita harus komunikasikan ke majelis syuro, karena keputusan PKS ada di majelis syuro, aspirasi-aspirasi kader dari berbagai daerah juga sudah muncul Pak Anies,” ujar Juru Bicara PKS M Kholid pada diskusi Polemik MNC Trijaya bertajuk Elektabilitas Capres dalam Bingkai Survei, Sabtu (3/9/2022).

Sementara itu, Demokrat secara terbuka juga menginginkan Anies berdampingan dengan ketua umumnya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

“Tidak ada jalan pulang kecuali kemenangan. Kami siap memenangkan AHY sebagai Presiden atau pun Wakil Presiden di 2024," kata politikus Demokrat Irwan dalam Rapimnas Partai Demokrat di JCC Senayan, Jakarta, Kamis (15/9/2022).

Demokrat pun tak mempermasalahkan AHY menjadi cawapres.

"Saya sampaikan bahwa aspirasi di Rampinas itu AHY bisa RI-1 bisa RI-2," tutur Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat Kamhar Lakumani saat dihubungi MNC Portal, Jumat (16/9/2022).

Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat (PD) Herzaky Mahendra Putra pada Minggu (19/9/2022) malam mengunggah foto Anies dan AHY diapit Surya Paloh, JK, dan Presiden PKS Ahmad Syaikhu.

”Bakal pasangan calon diapit tiga King Maker, 1 di tengah dan 2 di ujung? Bismillah. Ikhtiar terus, doa terus kita. Setuju?” tulis Herzaky.

3. Anies miliki hubungan dekat dengan Jusuf Kalla

Walaupun bukanlah kader dari sebuah partai politik, Anies dikenal sebagai sosok yang dekat dengan Jusuf Kalla (JK), mantan wakil presiden yang dikenal sebagai pengusaha juga politikus ulung.

Sosok JK kerap kali disebut sebagai salah satu king maker dalam perhelatan politik nasional, selain Surya Paloh, Megawati Soekarputri, dan Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY.

JK juga merupakan sosok yang membawa  Anies ke DKI Jakarta untuk dipasangkan dengan Sandiaga Uno dalam Pilgub DKI 2017.

JK mengatakan kedekatannya dengan Anies bermula di Universitas Paramadina. Anies pernah menjadi rektor kampus tersebut sedangkan, JK adalah Ketua Dewan Yayasan Waqaf Paramadina sampai saat ini.

"Saya dekat karena memang punya sejarah," kata JK pada Juli 2022 lalu, dikutip dari antara.

Itulah 3 modal yang dapat dijadikan Anies sebagai modal untuk pencapresan di tahun 2024 mendatang.

(***)