Pangeran George dan Putri Charlotte Bergabung dalam Prosesi Pemakaman Ratu Elizabeth II

Senin, 19 September 2022 | 10:22 WIB
Pangeran George dan Putri Charlotte bergabung dalam prosesi pemakaman Ratu Elizabeth II /Getty Images Pangeran George dan Putri Charlotte bergabung dalam prosesi pemakaman Ratu Elizabeth II /Getty Images

RIAU24.COM - Saat dunia bersiap untuk pemakaman Ratu Elizabeth II pada hari Senin, anggota keluarga kerajaan yang lebih muda sedang mempersiapkan peran penting mereka dalam prosesi tersebut.

Baca Juga: Rumor Raja Charles III Berencana Mengasingkan Pangeran Harry

Menurut urutan layanan kerajaan, Pangeran George yang berusia 9 tahun dan Putri Charlotte yang berusia 7 tahun akan berjalan dalam prosesi pemakaman Yang Mulia, di belakang peti mati mendiang nenek buyut mereka.

Para bangsawan muda akan mengikuti di belakang orang tua mereka, Pangeran William dan Duchess Kate Middelton, dan di depan Pangeran Harry dan Meghan Markle selama prosesi dari Istana Buckingham ke Westminster Abbey.

Pemakaman Ratu Elizabeth akan diadakan pada Senin, 19 September, setelah empat hari disemayamkan di Westminster Hall.

Setelah kematiannya, dan menjelang pemakaman terakhir, keluarga raja telah berkabung untuknya baik di depan umum maupun secara pribadi.

Pemakaman akan dimulai pukul 11 ​​pagi waktu setempat, tetapi acara pada Senin akan dimulai pukul 6:30 pagi ketika pintu Westminster Hall ditutup untuk persiapan prosesi peti mati.

Pemakaman kenegaraan adalah layanan yang disediakan hanya untuk raja atau tokoh Inggris yang sangat penting, yang berarti itu adalah layanan termegah dan paling terhormat yang ditawarkan istana.

Pemakaman Ratu akan menjadi pemakaman kenegaraan pertama di Inggris sejak kematian Winston Churchill pada tahun 1965.

Baca Juga: Sertifikat Kematian Ratu Elizabeth II Diterbitkan, Ungkap Penyebab dan Waktu Meninggal

Istana Buckingham belum merilis daftar peserta, tetapi banyak pemimpin publik telah mengonfirmasi kehadiran mereka.

Presiden Joe Biden mengatakan dia akan hadir, serta para pemimpin dari Jerman, Italia, Australia, Selandia Baru, Kanada, dan Kenya.

(***)

PenulisR24/tya


Loading...
Loading...