Menu

7 Tewas 41 Terluka Akibat Insiden Bom Mesjid di Afghanistan

Zuratul 25 Sep 2022, 07:56
Petugas keamanan Taliban bersiaga di lokasi ledakan bom di dekat sebuah masjid di Kabul, Afghanistan, 23 September 2022. (AFP)
Petugas keamanan Taliban bersiaga di lokasi ledakan bom di dekat sebuah masjid di Kabul, Afghanistan, 23 September 2022. (AFP)

RIAU24.COM - Setidaknya ada tujuh orang tewas dan 41 lainnya terluka dalam ledakan yang terjadi di dekat masjid Wazir Akbar Khan di ibu kota Afghanistan, Kabul.

Asap hitam mengepul tinggi ke langit, dan tembakan terdengar beberapa menit setelah ledakan terjadi di dekat area masjid yang terletak di kawasan diplomatik ternama di ibu kota Afghanistan.

zxc1
 

Khalid Zadran, juru bicara kepala kepolisian Kabul, mengatakan bahwa ledakan itu kemungkinan besar ditujukan kepada jemaah yang baru saja meninggalkan masjid setelah Salat Jumat pada 23 September kemarin.

Ini adalah ledakan terbaru di Afghanistan dalam beberapa pekan terakhir, di mana puluhan orang tewas dalam serangkaian serangan lain. Beberapa ledakan sebelumnya terjadi di Kabul dan wilayah lainnya di Afghanistan, negara yang kini dikuasai kelompok Taliban.

Dikutip dari Outlook India pada Sabtu, 24 September 2022, jubir Menteri Dalam Negeri Afghanistan bentukan Taliban, Abdul Nafi Takor, mengatakan bahwa kendaraan berisi bahan peledak diparkir di pinggir jalan dekat masjid dan diledakkan saat jemaah keluar setelah Salat Jumat. Ia menambahkan bahwa penyelidikan sedang berlangsung. 

Masjid Wazir Akbar Khan pernah menjadi sasaran ledakan bom pada 2020 yang menewaskan dua orang, termasuk seorang imam masjid. Ledakan pada Jumat kemarin adalah yang terbaru dalam rangkaian serangan di Afghanistan yang menewaskan puluhan orang.

Juli lalu, dua warga sipil tewas dalam ledakan granat di Stadion Kriket Internasional Kabul selama berjalannya pertandingan liga. Tiga belas orang juga terluka dalam serangan itu.

Satu bulan setelahnya, ledakan bom di sebuah masjid di Kabul menewaskan 21 orang dan melukai 33 lainnya, menurut laporan BBC. Emir masjid juga termasuk di antara mereka yang tewas.

Pada 2 September, sebuah ledakan di sebuah masjid di Herat menewaskan 18 orang, termasuk seorang ulama terkemuka pro-Taliban. Sedikitnya 21 orang terluka juga dalam ledakan tersebut, yang berlangsung setelah Salat Jumat.

Tiga hari berselang, sebuah ledakan di luar Kedutaan Besar Rusia di Kabul menewaskan dua staf. Serangan itu merupakan aib besar bagi rezim Taliban karena menunjukkan kepada dunia bahwa mereka tidak mampu memberikan jaminan keamanan, bahkan di dalam kawasan diplomatik.

(***)