Joe Biden: AS Tidak Akan Berperang Dalam Perang Dunia Ketiga di Ukraina

Sabtu, 19 November 2022 | 10:16 WIB
Joe Biden sebut AS tidak akan ikut berperang dalam Perang Dunia Ketiga Ukraina /Reuters Joe Biden sebut AS tidak akan ikut berperang dalam Perang Dunia Ketiga Ukraina /Reuters

RIAU24.COM - Presiden Joe Biden telah bersikeras bahwa AS akan mendukung Ukraina dalam perjuangan sembilan bulannya untuk menangkis invasi oleh Rusia.

Baca Juga: Sehari Sebelum Agitasi Anti-rezim, 1.200 Pelajar di Iran Jatuh Sakit Akibat Keracunan Makanan

"Kami tidak akan berperang dalam Perang Dunia Ketiga di Ukraina," tegasnya, seperti dilansir Reuters.

Oleh karena itu, ia dan tim penasihat seniornya dilemparkan ke mode krisis ketika sebuah rudal menghantam sebuah dusun di Polandia dekat dengan perbatasan Ukraina pada 15 November dan ada kecurigaan awal itu diluncurkan oleh Rusia.

Jika Rusia menyerang, Amerika Serikat dan anggota NATO lainnya akan dipaksa untuk mempertahankan Polandia secara militer, yang dapat menyebabkan perang dunia yang ingin dihindari semua orang.

Para pembantu membangunkan Biden di tengah malam di Bali, Indonesia, pada hari-hari terakhir perjalanannya selama seminggu ke Asia untuk memberi tahu dia bahwa sebuah rudal telah menewaskan dua orang di Polandia, lapor seorang pejabat AS.

Para pejabat dari Ukraina secara resmi menyalahkan Rusia, seperti halnya cerita Associated Press yang sejak itu telah diubah dan mengutip seorang perwira intelijen senior AS yang tidak disebutkan namanya.

Klaim tersebut menyebabkan kepanikan di antara pemerintah dan pasar saham. Negara-negara di Eropa Timur bereaksi keras, dan demamnya meningkat.

Laporan awal dari sumber-sumber Amerika menunjukkan bahwa Ukraina mungkin telah menembakkan rudal itu dalam upaya untuk menangkis serangan rudal Rusia dan bahwa rudal itu secara tidak sengaja mendarat di Polandia.

Baca Juga: Pria Louisiana Menemukan Perahu Abad ke-19 Saat Sungai Mississippi Mengering

Gedung Putih dan badan-badan AS lainnya membuat beberapa pernyataan publik sementara mereka mencari konfirmasi.

"Kami tidak dapat mengonfirmasi laporan atau detail apa pun saat ini. Kami akan menentukan apa yang terjadi dan apa langkah selanjutnya yang tepat," kata juru bicara Gedung Putih Adrienne Watson.

(***)

PenulisR24/tya


Loading...

Terpopuler

Loading...